
Large Baby
Anak adalah hadiah dari Tuhan untuk sebuah Pernikahan. Tetapi apa jadinya anak dikemudian hari sangat tergantung kepada kedua orangtuanya. Bagaikan selembar kertas putih, polos, tak ternoda yang akan berisi warna-warni indah goresan kedua orangtuanya untuk mengisi kehidupan dengan nilai-nilai orang tuanya sampai kelak dia tumbuh menjadi anak yang mandiri.
Melatih Orang Tua mendidik Anak (Parenting Life) yang akan disuguhkan di sini adalah bagaimana mendidik anak khusus di usia 3 – 12 tahun.
Bagian I.
Satu Visi , Satu Hati
Anak yang dikaruniakan Tuhan dalam sebuah keluarga, merupakan bagian dari rencana-Nya yang khusus. Tuhan telah menempatkan anak-anak di bawah bimbingan orangtua sebanyak Sepertiga dari waktu hidup mereka.
Sebenarnya anak tidak sulit untuk diajar dan berubah sesuai harapan orang tua, dan semuanya harus diawali jika Suami dan Istri memiliki Satu Visi dan Satu Hati dalam mendidik anak.
Kuncinya : Orang tua harus mengerti standar-standar keImanan dalam Agama mereka , Hidup dengan pegangan Agama dan memberi waktu secara konsisten dan persisten untuk mentransfer standar tersebut kepada anak melalui Didikan dan Teladan.
Satu Visi : Anak kita meMuliakan Tuhan
Satu Hati : Ayah mengasihi Ibu dan Ibu menghormati Ayah
Hubungan Suami Istri yang Indah merupakan Langkah Awal yang menentukan keberhasilan dalam mendidik anak
Hubungan Suami Istri yang Baik adalah awal yang menentukan dalam mendidik anak
Coba ikuti Kuis “Evaluasi Pribadi” di bawah ini…..
(V = Ya ; X = Tidak)
* Apakah anak anda pernah berkata, “papa sayang mama” dan “mama sayang papa”?
* Apakah dalam 2 – 3 minggu terakhir ini, abda memiliki waktu untuk berduaan dengan pasangan anda, misalnya makan berdua di luar, jalan-jalan berdua, dsb.?
* Apakah anda sering merasa didukung oleh pasangan anda dalam mendidik dan mendisiplin anak?
* Apakah anda merasa pasangan anda lebih mengutamakan anda (memberi perhatian dan waktu) daripada mengutamakan anak anda?
* Apakah anda jarang menunjukkan perbedaan pendapat dengan pasangan anda di depan anak ketika ia meminta sesuatu atau ketika ia akan dihukum?
* Apakah anda merasa sering dihargai pasangan anda di depan anak-anak ?
* Apakah anda sering memeluk atau menunjukkan kasih kepada pasangan anda di depan anak-anak?
* Apakah dalam seminggu ini anda mendengar kata-kata dari pasangan anda yang membangun anda menjalankan fungsi sebagai ayah atau ibu?
Jika jawaban anda ada 3 X (TIDAK) atau lebih, maka hubungan anda sebagai Suami Istri membutuhkan perbaikan.
Diskusikan dengan Pasangan anda!
1. Apa harapan anda berdua terhadap anak anda dalam 6 bulan ke depan?
2. Kendala-jkendala yang dihadapi dalam mendidik anak anda selama ini?
3. Cara memperkuat hubungan Suami Istri?

Loving Couple
Praktek setiap Hari………….
Tunujukkan kasih secara nyata sebagai Suami Istri di hadapan anak.
Contoh : memeluk/mencium pasangan anda ketika pergi, menggandeng tangan ketika berjalan, merangkul pasangan anda sambil duduk berduaan, saling mendoakan misalnya ketika pasangan akan pergi ke kantor, ke pasar, dll.
Perhatikan respon anak anda…..bahwa perilaku anak anda akan berubah menjadi lebih baik ketika mereka melihat Kasih Papa dan Mama yang ditunjukkan setiap hari……………
Ok….selamat jumpa di bagian ke dua…..semoga memberi manfaat…..
Bagian 2.
Membangun HUBUNGAN

Di bagian pertama sudah dijelaskan bahwa, Orang Tua harus belajar mendidik anak dengan kekuatan Hubungan Pernikahan mereka, dengan membangun Kesatuan Hati sebagai suami istri.
Keberhasilan mendidik anak juga tergantung pada kemampuan Orang tua membangun hubungan dengan Anak.
Bila tidak ada hubungan (komunikasi), maka segalanya akan bermasalah. Contohnya bila ada anak bermasalah, lebih banyak disebabkan karena Kurang PERHATIAN yang diberikan Orang tua terhadap anak. Orang tua harus memiliki PRIORITAS untuk membangun hubungan dengan anak, supaya anak tidak merasa disisihkan karena kesibukan orangtuanya.
1). Ketika anak masih kecil, orang tua diberikan otoritas oleh Tuhan untuk memimpin anaknya dalam memberikan standar kebenaran , karena anak masih polos, belum tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Ketika anak mulai besar dan tumbuh dalam tanggung jawab, maka orang tua harus mengembangkan kepemimpinannya melalui Pengaruh Hubungan (mengontrol)
Evaluasi Pribadi
Nilai : 1 = tidak pernah ; 2 = jarang ; 3 = kadang ; 4 = sering ; 5 = selalu
1. Anak saya senang berdekatan dengan saya
2. Anak saya antusias bila sedang berbicara dengan saya
3. Anak saya menceritakan rahasia/isi hatinya kepada saya saat dia melirik dan naksir lawan jenisnya
4. Anak saya menikmati pergi ke luar rumah dengan saya
5. Saya mempunyai waktu untuk berbicara dengan anak saya setiap hari
Nah bila nilai total anda :
5 – 7 = bahaya! segera perbaiki hubungan dengan anak
8 – 11 = Peringatan! keadaan memburuk jika tidak ada perbaikan
12 – 15 = Waspada!, belum Aman
16 – 20 = Mulai Aman, tingkatkan terus hubungan
21 – 25 = Hubungan sudah Mantap, Peliharalah!!!
2). Ketika anak mulai dewasa , mereka perlu didengarkan, dihargai, dan diberi Arahan. Tanpa hubungan yang baik dengan anak, instruksi dan nasehat yang disampaikan oleh orang tua kadang sulit diterima dengan baik.
Semua didikan dan arahan dari orang tua hanya efektif diterima oleh anak jika mereka PERCAYA pada orangtuanya.
Oleh karena itu hindarilah hal yang membuat hati anak anda tertutup yaitu :
2.A. Menghukum anaknya tanpa menjelaskan mengapa ia dihukum, maka anak akan tumbuh menjadi Keras Hati karena merasa tidak adil.
2.B. Tidak mengerti apa yang telah dijanjikan pada anak, maka anak akan terluka hatinya dan hilang kepercayaan.
2.C. Orang tua sering merasa diri Benar, dan tidak bersedia minta maaf bila salah. maka anak akan bereaksi terhadap kesombongan oraang tua dan hilang kepercayyan anak terhadap kepemimpinan orangtuanya.
2. D. Kurang meluangkan waktu untuk beribadah bersama antara anak dan orang tua.
2.E. Melakukan kesalahan dan gagal adalah sesuatu yang perlu diterima sebagai proses pembelajaran dalam pendewasaan anak.
Jangan membuat anak untuk takut menceritakan kesalahan/kegagalan mereka, karena punya kesan bahwa orangtuanya akan marah dan tidak dapat menerima merela apa adanya.
3). Membangun Hubungan saling Percaya (Trust Relationship)
3.A. mendengar dan menerima Perasaan Anak tanpa menghakimi , akan memberi kelegaan pada Hati anak ketika ia menghadapai masalah. Tunjukkan Empati bukan Apatis.
3.B. Kepercayaan adalah Syarat utama untuk sebuah hubungan yang baik.
3.C. Lebih banyak menggunakan kata-kata yang positif daripada negatif dan lebih banyak membangun daripada meruntuhkan, maka anak akan tumbuh dengan citra diri yang sehat.
3 Langkah menggunakan Pujian Diskriptif untuk meneguhkan anak :
I. Terangkan apa yang anda AMATI
Menolong anak menyadari sikap tanpa perlu disuruh
2. Terangkan apa yang anda RASAKAN
Menolong anak tahu bahwa dia bermanfaat untuk orang lain
3. Terangkan apa yang anda INGINKAN
Menolong anak punya karakter positif, memotivasinya dan dapat pujian.
Kaitkan senantiasa pujian kita dengan karakter anak yang ingin kita kembangkan.
3. D. Komitmen membangun suasana ibadah bersama, meminta maaf dengan kesungguhan hati pada anak, memberi waktu dan perhatian untuk menjawab kebutuhan emosi anak. Perhatikan temperamen anak (berkeinginan kuat/pendiam/mudah bergaul/ aktif/cermat)

Family
TIPS MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ANAK
1. Bertanya tentang bagaimana sekolahnya hari ini
2. Minta ia cerita teman yang paling disukai/tidak
3. Beri xontoh bagaimana mendoakan orang disekitarnya
4. Minta anak mendoakan kita saat keluar kota/aktivitas penting
5. Cerita tentang kemurahan Tuhan : sembuh dari sakit, veli rumah, naik pangkat, soal keuangan, ada pekerjaan baru, dll.
6. Menanyakan kesulitan dalam belajar
7. Menanyakan apa yang dia pelajari dari hidup kita
8. Menulis surat tanda keteguhan kasih kita pada anak
9. Menceritakan perjuangan hidup dimasa lalu, masa sulit dan bandingkan dengan saat sekarang yang jauh lebih baik.
Bagian 3.
Benar Tanpa Pengawasan
Pernahkan anda menyaksikan anak-anak saat bersama keluarga mereka bersantai di mal, pusat perbelanjaan, pasar, tempat bermain, taman wisata, pusat kebugaran, atau tempat umum lainnya? Perhatikan, kelakuan anak-anak itu yang mencerminkan kondisi hati mereka. Karena setiap perbuatan lahir dari HATI, yang dipenuhi dari Apa yang mereka lihat dan alami sejak lahir, dari orang tua maupun dari lingkungan sekitarnya, baik hal Baik/Buruk.
Mereka bisa tumbuh jadi anak yang Egois dan memberontak atau bahkan jadi anak yang Santun dan Jujur kelakuannya….bagai kertas putih yang tergores tinta……………
Tujuan Mendidik Anak adalah :
Anak berprilaku Benar, sekalipun orang tua tidak ada di samping mereka.
3.1. Bahaya Media terhadap Anak
Kemajuan Teknologi dan Media adalah anugerah Tuhan YME.. bila dipakai untuk kebaikan akan membawa kemuliaan bagi manusia, tetapi bila disalahgunakan akan mampu menghancurkan martabat manusia……
Perlu dipikirkan para Orang Tua bila membiarkan anaknya melihat saluran TV yaitu :
1. Apakah membiarkan anak melihat kejahatan seperti adegan kekerasan dalam hiburan TV?
2. Apakah menurunkan pertahanan anak terhadap kewaspadaan tindak kejahatan?
3. Apakah membuka pintu menuju sistem dunia degan konsep-konsep yang menyalahi norma agama?
4. Apakah tontonan TV bisa memadamkan hati nurani anak dengan memperkenalkan standar moral yang rendah?
5. Apakah orang tua membiarkan anak berhubungan dengan orang jahat yang dalam keadaan normal tidak mungkin anda ijinkan masuk ke rumah?
6. Apakah anak menghabiskan Waktu sebagai sumber daya paling berharga hanya dengan menonton TV?
3.2. Apa yang harus dilakukan orang tua bila menghadapi anak yang sudah kecanduan (terikat) menonton tayangan di TV.
Orang tua harus lebih banyak berkomunikasi dan mendampingi anak saat menonton TV.
3.3. Pengaruh Orang Tua terhadap Anak
Tuntunan dalam menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut masing-masing keluarga adalah Kunci yang tersimpan dalam hati anak-anak dan seberapa banyak kebenaran akan mempengaruhi Perilakunya.
Pengaruh terbesar terhadap kehidupan anak seharusnya datang dari orang tua, bukan dari teman-teman pergaulannya atau dari Media.
Ketika Orang tua melakukan tanggung jawab mendidik anak dalam Kebenaran, maka anak kita tidak akan menyimpang dari jalan kebenaran yang sudah diajarkan oleh orangtuanya ketika ia besar.
Yang penting Orang tua harus Konsisten dan Persisten , berulang-ulang menanam Kebenaran dalam hati anak sehingga memiliki hati yang benar. Akibatnya anak punya perilaku baik yang lahir dari Hatinya.
3.4. Hal-hal yang perlu diajarkan
Agar anak-anak dapat menghadapi setiap tantangan baik melalui media dan pengaruh lingkungannya, maka orang tua harus selalu menuntun mereka melalui tuntunan ibadah sesuai agamanya…….
Evaluasi Pribadi :
* Evaluasi beberapa media yang dinikmati anak dalam rumah dan bagaimana pengaruhnya pada prilaku sang anak.
Juga pembantu/mertua yang sering menonton TV dan dampaknya terhadap anak kita.
Apa yang anda lakukan dalam menghadapi tantangan media yang ada sekatang ini?
* Pikirkan satu hal yang dapat anda ajarkan pada anak anda dengan fokus pada hati mereka, dan ceritakan respon mereka!
Bagian 4.
Pola Pengasuhan (Parenting Style)
Keberhasilan Orang Tua dalam mendidik anak tergantung pada pola /cara pengasuhan. Biasanya Orang tua mewarisi pola pengasuhan tersebut dari orangtuanya. Dengan mengenali pola pengasuhan yang diterapkan sekarang, akan membantu orang tua untuk menemukan dan menerapkan pola pengasuhan yang tepat.
I. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN
1. Faktor Tuntutan atau Disiplin
Merupakan sikap atau tindakan orang tua yang berhubungan dengan masalah aturan , standar/ukuran tertentu serta fungsi pengawasan.
2. Faktor Penerimaan atau Kasih
Merupakan sikap atau tindakan orang tua untuk melihat kebutuhan anak dan memenuhinya, membuka jalur komunikasi dua arah, mendorong serta membangun karakternya.
II. JENIS-JENIS POLA PENGASUHAN
Kombinasi dari kedua faktor yang menentukan pola pengasuhan, maka terdapat empat jenis pola pengasuhan yaitu :
III. ORANG TUA OTORITER
Sikap orang tua yang terlalu banyak mendikte dan kaku, banyak memberi hukuman terutama fisik setiap kali anak melakukan kesalahan, juga menuntut keinginan nya tanpa banyak melatih anak maupun membangun hubungan dengan anak, serta komunikasi yang terbatas dan searah serta sering memaksakan kehemdak, dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap anak, dan mengakibatkan :
* kemampuan membangtun hubungan rendah
* memiliki gambar diri yang rusak
* Kurang berani mengambil inisiatif
* Kurang mandiri dan tergantung [ada otoritas
* Bersikap memberontak dan agresif
IV. ORANG TUA PERMISIF
Sering tidak memberi adanya peraturan maupun batasan yang jelas di dalam rumahSangat menunjukkan kasih kepada anak, tetapi cenderung tidak berani menegur anak jika anak melakukan kesalahan, Tidak membimbing anak untuk mengatur dirinya sendiri, selalu menghindari konflik dan mengalah pada kemauan anak.
Hal-hal demikian dapat berpengaruh tehadap anak :
* Anak tumbuh menjadi pribadi yang egois
* Tidak mandiri dan tidak bertanggung jawab
* Mudah untuk manipulasi peraturan
* Tidak mampu menguasai diri/keinginan
* Cenderung mengatur dan tidak menghargai orang tua
V. ORANG TUA YANG TIDAK PEDULI
Sering tidak terlibat dalam kehidupan anak, sering menolak dan mengabaikan keberadaan anak, tidak memperhatikan dan tidak memberikan dukungan kepada anak dan tidak mengajarkan batasan
Pengaruhnya terhadap anak :
* Anak merasa dirinya tidak berharga
* Memiliki rasa tidak aman
* batinnya terluka dan memberontak
* Motivasi berprestasi rendah
* Kemampuan untuk membangun hubungan yang rendah
VI. ORANG TUA BIJAK
Contoh Ideal dimana Sang Orang Tua memiliki sikap dan komitmen yang jelas, mengasihi anak dengan tetap berpegang pada standar, memiliki hubungan yang harmonis, memberikan pengajaran yang tepat pada anak ketika ia bersalah dan ada penjelasan sebelum ia dihukum, serta dapat membenagun komunikasi dengan dasar percaya dan terbuka.
Pengaruhnya terhadap anak :
* Memiliki gambar diri yang baik
* Bertanggung jawab dan mampu untuk menguasai diri
* Tidak merasa sakit hati ketika dihukum
* Tidak mudah goyah dalam situasi yang sulit
* Memiliki komunikasi yang sehat
* Menghargai otoritas dan mau meneladani iman orang tuanya
* Berpotensi untuk berprestasi dalam akademik
VII. MEMBANGUN POLA PENGASUHAN YANG SEHAT
Dengan memahami pola pengasuhan yang sekarang diterapkan, maka persoalan berikutnya apakah kondisi sekarang dapat diubah. Sebuah berita baik adalah bahwa Pola pengasuhan dapat DIUBAH, meskipun butuh Komitmen dan kemauan yang Kuat.
Cara :
1. Mengenali kecenderungan Pola pengasuhan kita dan memiliki keinginan untuk Berubah
* Perlu seimbang dalam menerapkan disiplin dan kasih.
* Belajar dari pasangan kita (jika ada) untuk lebih tegas atau lebih lembut.
* Perubahan merupakan sebuah proses, jadi jangan berhenti
* Berkat Tuhan hanya akan tercurah oleh KeSehatian Suami dan Istri.
2. Kenali keadaan anak kita sekarang yang merupakan akibat dari pola pengasuhan yang kita terapkan.
Ambil langkah perbaikan, misal :
* Bagikan pada anak-anak, bahwa orangtua juga memiliki kelemahan
* Munta maaf dengan tujuan untuk pemulihan hubungan
* Hargai setiap anak sebagai pribadi yang berharga dimata Tuhan
3. Bangun hubungan yang Sehat dengan anak
* Berikan telinga untuk lebih memahami keadaan setiap anak
* Membuat batasan dan aturan dalam rumah
* Menerapkan disiplin yang benar dan harus dengan pemahaman tentang alasan disiplin uang diterapkan
* Buat kesepakatan keluarga untuk saling mengingatkan dan membangun
Nah untuk itu anda dan pasangan sebagai orang tua dapat membuat tugas minggu ini :
1. Diskusikan, termasuk jenis orang tua manakah anda?, bagaimana anda berdua mau berubah dari pola poengasuhan yang salah (permisif, otoriter, tidak peduli) kepada pola pengasuhan yang benar.
2. Diskusikan, temukan dan belajarlah hal apa yang perlu diperbaiki serta pikirkan langkah-langkah praktis untuk menjadi Orang Tua BIJAK.
Bagian 5.
Melatih Tanggung Jawab
Dua faktor utama yang menyebabkan kegagalan orang tua dalam menghasilkan anak-anak yang taat dan berprilaku baik adalah :
1. Orang tua tidak mencontohkan teladan yang baik dalam mendidik anak dengan langsung
2. Orang tua tidak memiliki kesabaran dan konsisten untuk mendidik anak melalui latihan yang berulang-ulang.
Dijelaskan dalam sesi tiga ” Benar tanpa Pengawasan” , ada dua faktor utamyang alan membawa keberhasilan orang tua yang mau sungguh – sungguh mendidik anammmmmmmmmmmmmk :
1. Orang tua menetapkan peraturan atau tata tertib disiplin yang jelas di rumah, sehingga anak-anak tahu dengan jelas, jika mereka melanggarnya pasti ada sangsi dan hukuman.
2. Orang tua memiliki komitmen untuk menyayangi anak mereka dengan menunjukkan sikap yang adil dan mengerti mereka.
Untuk menjadi jenis orang tua yang bijak, orang tua harus dapat menunjukkan kepada anak kasih sayang yang dapat dirasakan dan perbuatan yang jelas.
II. Mengapa Anak membutuhkan batasan/aturan :
1. Anak punya kecenderungan “Self centered” (Berpusat pada diri sendiri)
Oleh sebab itu anak sejak dini perlu diceritakan tentang Al Kitab supaya satu saat ia dapat percaya adanya Tuhan Sang Maha Pencipta.
2. Anak perlu memiliki karakter dasar yaitu Penguasaan Diri
Masalah terbesar dalam diri anak adalah tidak mampu menguasai keinginannya, walaupun belum mengerti akan arti sebuah dosa/kesalahan , bukan berarti ia tidak mampudapat didik untuk belajar menguasi dirinya.
Penguasaan diri adalah kemampuan untuk melakukan yang benar sekalipun perasaannya tidak menghendakinya.
Penguasaan Diri adalah unsur yang utama yang perlu dikembangkan dalam diri anak sejak dini karena penguasaan diri menolong anak untuk menunjukkan kebaikan, kelembutan,untuk menaati orang tua, untuk berbicara dan mengontrol emosi yang negatif, untuk konsentrasi dan duduk tenang.
Anak yang terbiasa dipenuhi keinginannya seketika itu juga saat ia memonta, akan membuat anak merasa tidak perlu belajar menunggu. Ia akan tumbuh menjadi anak yang egois.
III. Bagaimana membangun batasan dengan benar

ILLUSTRASI AIR (= besarnya kebebasan)
DALAM GELAS (=besarnya tanggung jawab)
Besarnya Kebebasan yang diberikan tergantung kepada tingkat Tanggung Jawab yang ditunjukkan anak. Inilah prinsip “Setia dalam Perkara Kecil”. Kebebasan yang lebih besar hanya diberikan kepada anak jika ia sudah dapat menunjukkan tanggung jawab terhadap kebebasan yang diberikan sebelumnya.
Mengizinkan anak yang berusia 5 tahun memiliki kebebasan yang seharusnya hanya diberikan kepada anak usia 8 tahun adalah melanggar prinsip ini. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang tua permisif dengan dalih mengasihi anak. Akibatnya akan timbul konflik yang tidak perlu dan kebingungan pada anak, jika kebebasan yang diberikan ditarik kembali.
Sebelum memberikan sesuatu kepada anak, senantiasa bertanya :
* Apakah ini waktu yang tepat?
* Apakah anak seusia dia sudah dapat bertanggung jawab terhadap kebebasan yang diberikan atau dapat membahayakan dirinya/orang lain?
Jadi dalam melatih penguasaan diri melalui batasan, anak-anak juga bel;ajar karaktertanggung jawab. Anak diharapkan suatu hari akan memiliki gaya hidup yang bertanggung jawab.
TANGGUNG JAWAB : MENGETAHUI DAN MELAKUKAN APA YANG ORANG LAIN HARAPKAN DARI SAYA.
IV. Bagaimana membangun aturan dengan benar
1. Aturan harus benar dan jelas, di balik aturan harus juga dijelaskan supaya anak dapat mengerti dengan baik.
2. Setiap pelanggaran terhadap aturan perlu dipikirkan jenis hukuman yang tepat supaya anak dapat melaksanakan tanggung jawabnya terhadap aturan tersebut.
3. Jika anak sudah besar, di atas 6 – 7 tahun, aturan tersebut dapat didiskusikan kepada anak untuk disepakati bersama dengan anak supaya mereka lebih mengerti. Orang tua tetap pemegang otoritas dalam mengambil keputusan dan menetapkan aturan.
V.Contoh Aturan / Konsekuensi di rumah
Aturan
1. Aturan bangun pagi/tidur malam
* Baca Alkitab
* Doa
* Bereskan ranjang
* Gosok gigi
2. Aturan Makan
* Cuci tangan dan doa sebelum makan
* Siapkan sendok piring
* Duduk rapi
* Mengambil kerupuk (atau makanan tertentu) harus minta izin
* Memungut nasi yang dijatuhkan sendiri
* Menggunakan garpu dan bukan tangan
* Mengambil secukupnya
* Mempersilakan Ayah/Bapak terlebih dulu
3. Aturan Mandi
* Letakkan pakaian kotor di ember cucian
* Matikan lampu setelah selesai mandi
* Letakkan handuk di tempat gantungan
4. Aturan Main
* Bereskan mainan setelah selesai
* Main komputer bergantian
* Menonton VCD harus minta izin
* Belajar dulu baru boleh menonton VCD
* Naik sepeda tidak boleh keluar dari jalan utama
* Jika dipanggil pulang dari main di luar, harus segera
5. Aturan jika ada tamu datang
* Memberi salam
* Tidak teriak-teriak jika sedang main
* Tidak memotong pembicaraan
Jika Anak masih melakukan pelanggaran, konsekuensinya adalah :
* KEHILANGAN HAK MAIN, NONTON, NAIK SEPEDA, DLL……..
JANGAN LUPA MEMUJI ANAK JIKA IA MENUNJUKKAN
SIKAP BERTANGGUNG JAWAB
Tugas bersama dengan pasangan anda adalah :
1. Diskusikan apa yang akan anda perbaikiu supaya anak belajar bertanggung jawab, baik terhadap kebebasan yang dinikmatinya maupun tugas/tanggung jawab dia sebagai anak.
2. Diskusikan pula apa kebebasan yang diberikan kepada anak terlalu besar, sehingga anak sulit diatur. Atau di rumah tidak ada aturan yang jelas untuk anak, sehingga konflik anak-orang tua sering terjadi.
3. Tetapkan aturan yang perlu untuk anak di rumah dan harapan oranmgtuanya. Puji bila dapat melakukan dengan baik dan berikan konsekuensinya jika ia melanggarnya.
Bagian 6.
Membangun Ketaatan

Ketaatan adalah karakter utama yang diperlukan dalam diri anak agar ia dapat secara maksimal mencapai panggilan dan rencana Tuhan dalam hidup mereka.
Adalah tanggung jawab orang tua untuk membangun karakter ketaatan ini dalam diri anak lahir memiliki kecenderungan tidak mau diatur.
Ketika anak masih kecil, mereka menunjukkan sikap menghargai pada otoritas melalui ketaatan. Ketika usianya semakin bertambah, ketaatan seorang anak diharapkan berkembang menjadi kerelaan untuk menundukkan diri pada orang tua, bukan sekedar aturan atau terpaksa.
Ketaatan tidak hanya melindungi anak dari hal-hal buruk yang dapat terjadi dalam hidupnya, tetapi juga kunci untuk anak dapat sepenuhnya melakukan apa yang orang tua harapkan/ajarkan.
Apabila anak tidak taat , semua usaha orang tua dalam mendidik anak akan tidak maksimal bahkan bisa gagal. Semakin dini kita melihat betapa pentingnya ketaatan , semakin kita termotivasi untuk mengajarkannya pada anak-anak kita. Kuncinya adalah apakah orang tua memiliki standar yang jelas untuk diajarkan kepada anak.
Mengapa Ketaatan begitu penting?
1. Ketaatan adalah perintah Tuhan
2. Ketaatan mendatangkan kebahagiaan dan panjang umur.
Orang tua adalah wakil Tuhan , diberi otoritas oleh Tuhan untuk memerintah atas anak. Tanggung jawab orang tua adalah menghasilkan anak yang taat dan hormat. Ini menentukan berkat atau kutuk atas kehidupan anak.
JIKA ANDA SUNGGUH MENGASIHI ANAK ANDA,
DIDIKLAH MEREKA, MAKA ANDA DAN ANAK ANDA
AKAN MENERIMA BERKAT YANG TUHAN JANJIKAN
Mengharapkan Ketaatan dengan cara yang salah.
1. Mengajarkan terus menerus
2. Memberi Pujian untuk instruksi yang dikerjakan
3. Memberi nasehat terus menerus
4. Bersabar di tengah konflik
Mengajarkan ketaatan dengan cara yang salah akan menghasilkan ketaatan yang palsu maupun pemberontakan tersembunyi dalam hati anak.
Melatih Ketaatan Anak dengan Benar.
1. Ketaatan itu bukan sekedart harus tetapi dapat lahir dari hati anak. Melatih anak taat membutuhkan usaha yang berulang-ulang dan dalam situasi non konflik.
TAAT artinya : DENGAN SEGERA DAN SENANG HATI MELAKUKAN PERINTAH DARI ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KITA.
2. Memberi instruksi dengan benar dan memberi pengarahan dalam mengharapkan anak untuk taat.
*Ketika memberikan instruksi, jangan sekali-kali memberi instruksi yang memaksakan kehendak anda maksudkan untuk anak segera mentaati.
*Pastikan apakah instruksi anda dilaksanakan oleh anak dengan benar. Anak cepat belajar merespon sesuatu, oleh karena itu ketika memberikan instruksi Orang tua yang berharap banyak dalam hal ketaatan anak, akan juga mendapat banyak. Sebaliknya orang tua yang berharap sedikit akan mendapat sedikit.
* Peringatan 5 Menit.
3. Mengajarkan prinsip keseimbangan
Anak yang sudah diwarnai ketaatan perlu diajarkan untuk “mengajukan banding” jika ia merasa instruksi orang tuanya tidak tepat untuk ia taati segera, karena orangtua dapat berbuat kesalahan misalnya memberi instruksi tanpa memperhitungkan kondisi dan situasi anak.
4. Memberi aturan yang jelas.
Anak tidak merasa aman jika tidak ada aturan yang jelas mengarahkan hidup mereka dan melindungi mereka dari hal-hal yang jahat. Anak juga sulit taat jika aturan tidak jelas untuk mereka.
5. Memberi prinsip kebenaran kepada anak dalam ketaatan.
Orang tua hanya dapat menanamkan kebenaran dalam hati anak sejauh kebenaran yang mereka hidupi/jalankan.
6. Memberi pujian kepada anak ketika ia menunjukkan ketaatan yang benar.
Mengapa anak sulit untuk Taat?
1. Faktor Orang Tua
* Orang tua yang permisif sehingga anak diberi terlalu banyak kebebasan. Anak boleh memilih apa yang ia inginkan. Kurang adanya aturan atau batasan terhadap diri anak baik di rumah maupun di luar rumah.
* Orang tua yang otoriter sehingga anak taat karena takut bukan karena mengerti prinsip ketaatan.
* Orang tua yang overprotektif sehingga ketika anak mulai besar, ia memilih untuk melakukan menurut caranya.
* Ayah dan Ibu berbeda dalam standar (standar ganda) ketika mendidik anak.
2. Faktor Anak
* Anak tidak mendapat perhatian dan kasih yang cukup. Orangtua terlalu sibuk untuk membangun hubungan dengan anak dan untuk menjawab kebutuhan emosinya.
* Anak menyimpan luka, kekecewaan, kepahitan, atau kemarahan dalam hatinya.
* Anak belum percaya kepada Tuhan dan akibat dosa yang ia perbuat.
3. Faktor lingkungan
* Pergaulan
* Media
Memulihkan anak yang memberontak/sulit untuk taat
1. Suami Istri sehati dan selalu berdoa memohon petunjuk Tuhan
2. Membina hubungan dengan anak kita agar
mereka belajar untuk menerima kita sebagai otoritas yang mengasihi, melindungi dan bertanggung jawab dalam hidupnya.
3. Jangan takut konflik
Setiap anak memiliki keinginan sendiri . Ketika keinginan anak berbenturan dengan keinginan orang tua, terjadilah konflik.
Orang tua jangan menghindari konflik tetapi melihat konflik sebagai kesempatan supaya anak berubah. Kesempatan untuk melatih anak belajar menahan diri, taat pada perintah orang tua.
Cara yang salah dalam menghadapi konflik dengan anak yang tidak taat dapat berupa :
- menyogok, ancaman, manipulasi perasaan anak, mengalihkan perhatian dan membohong.
Cara yang benar adalah :
- Orang tua harus menggunakan otoritasnya dan memberi konsekuensi/hukuman supaya anak memilih untuk taat melakukan kehendak orang tua daripada tetap terus memberontak. Orang tua harus sungguh-sungguh membereskan masalah pemberontakan anak karena pemberontakan adalah dosa dihadapan Tuhan.
4. Libatkan pembina/guru sekolah (bila memungkinkan)
Tugas :
1. Diskusikan dengan pasangan anda : apakah anda termasuk orang tua yang mengharapkan ketaatan anak dengan cara yang salah? apakah yang akan anda lakukan supaya anak anda dapat taat dengan cara yang benar? atau jika anak anda termasuk anak yang taat, bagaimana anda melatihnya?
2. Diskusikan dengan pasangan anda : faktor apakah yang menbuat anak anda sulit taat. Apakah faktor orang tua, anak, atau lingkungan (media dan pergaulan)?
3. Apa yang akan anda lakukan sebagai orang tua/guru/pembina untuk mendidik anak-anak agar mereka dapat hidup taat Tidak hanya terhadap manusia tetapi juga kepada Tuhan?
Bagian 7.
Identitas Keluarga
I. Pendahuluan
Menjadi sebuah keluarga yang kuat dan bahagia bukanlah terjadi dengan begitu saja, tetapi adalah akibat dari sebuah usaha yang dilakukan oleh orang tua secara sengaja, berencana dan konsisten.

Ada 6 (enam) faktor yang membuat sebuah keluarga menjadi kuat (Penelitian Dr. Stinnet, Amerika) yaitu :
1. Memiliki komitmen untuk membangun keluarga
2. Menyediakan waktu bersama’
3. Mempunyai komunikasi yang baik dalam keluarga
4. Menghargai satu sama lain
5. Memiliki komitmen terhadap perkara rohani
6. Dapat menyelesaikan masalah dalam sebuah konflik
Keluarga yang kuat biasanya memiliki niai-nilai keluarga yang jelas, dipegang bersama oleh orang tua maupun oleh anak. Nilai-nilai itu adalah “Identitas Keluarga”.
II. Bagaimana membangun Identitas Keluarga
Nilai-nilai dalam keluarga perlu memiliki akar yang berasal dari tuntunan Agama. Ketika tuntunan Agama tersebut dipraktekkan sebagai gaya hidup, itu menjadi identitas keluarga, yang dapat dilihat oleh orang lain.
Ketika anak tumbuh menjadi dewasa, hidup mereka akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur keluarga, sehingga ketika orang lain melihat hidup mereka, orang lain akan diberkati.
III. Kebenaran tentang Sosok Ayah
1. Ayah adalah pemimpin/ kepala dalam keluarga
2. Ayah adalah Imam dalam keluarga
3. Ayah adalah seorang guru
4. Ayah adalah seorang pelatih
IV. Kebenaran tentang Sosok Ibu
1. Ibu adalah Penolong bagi anak-anaknya
2. Ibu adalah Pengatur Rumah Tangga
3. Ibu adalah Pendidik
Oleh karena itu, ada baiknya anda coba renungkan andaikata seseorang masuk ke rumah anda, identitas keluarga anda yang seperti apa yang dapat dilihat atau dirasakan oleh tamu anda.
Selain itu, bagaimana anda dan pasangan anda dapat menerapkan “kebenaran tentang sosok ayah” maupun “ibu” dalam kehidupan anda.
Hindari kritik maupun pemaksaan kepada pasangan anda, tetapi berikan kata-kata yang memberi semangat dalam mempraktekkan kebenaran yang sudah diketahui oleh pasngan anda.
AKU SEHAT, Sekolahku Sehat, Prestasiku meningkat
Salam untuk para siswa/i…..
Melalui tulisan ini mari kita bersama-sama tingkatkan kemampuan siswa/i untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mewujudkan sekolah sehat.
Pesan-pesan yang akan disampaikan mengenai :
1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
2. Tidak Merokok
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak jajan disembarang tempat
5. Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah
6. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Kebiasaan perilaku yang dilakukan oleh setiap siswa, guru, penjaga sekolah , petugas kantin sekolah, orang tua siswa, dll yang dengan kesadarannya untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam menjaga lingkungan sehat di sekolah.
Apa saja yang termasuk dalam PHBS di sekolah?
PHBS yang dapat diterapkan di sekolah diantaranya :
1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
2. Jajan di kantin sekolah yang sehat
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
5. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.
6. Bebaskan dirimu dari asap rokok
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah
AYO KITA TERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH
==========================================================
VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 2)
Bagaimana cara memberantas jentik ?

Dengan melakukan cara 3 M yaitu :
Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain.
Bagaimana melakukan pemeriksaan jentik berkala?
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik
Jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan pemberantasan jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya
Memeriksa hasil pemeriksaan jentik
Kapan dilakukan pemeriksaan jentik berkala dan 3M?
Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3 M dilakukan secara teratur setiap minggu (satu hari dalam satu minggu) di sekolah.
Apa saja Plus Cara lainnya?
1. Mengganti air vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali
2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak
3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan lain-lain misalnya dengan tanah.
4. Membersihkan/mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekarangan, kebun, dan lain-lain.
5. Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (abate atau lainnya) ditempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.
6. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
7. Memasang kawat kasa di sekolah.
8. Pencahayaan dan ventilasi
9. Menghindari gigitan nyamuk : dengan menggunakan obat nyamuk (bakar, oles/gogok, elektrik) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk.
Dengan menghindari gigitan nyamuk, dapat mencegah terkena penyakit Malaria dan Kaki Gajah (filariasis)
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)

I. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
Mengapa kita harus mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun?
a. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit.Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan peyakit antara lain mencret/diare, cacingan, Typhus, Flu Burung, dll.
b.Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
c. Oleh karena itu biasakan cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun agar tangan bersih dan sehat.
Bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar?
a. Basahi tanganmu terlebih dahulu dengan air yang mengalir. Air yang mengalir dapat diperoleh dari air kran, air dalam ember yang dituang dengan menggunakan gayung.
b. Gosokkan tangan dengan sabun secara benar ke semua bagian tangan dan jari-jari selama 10 – 15 detik, terutama untuk membersihkan bagian bawah kuku, antara jari-jari , telapak dan punggung tangan.
c. Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir
d. Keringkan tangan dengan handuk bersih atau kertas tisu atau diangin-anginkan.
Kapan sebaiknya kita mencuci tangan?
a. Sebelum dan setelah makan
b. Sebelum memegang makanan
c. Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari-jari ke dalam mulut atau mata
d.Setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB)
e. Setelah buang ingus, sampah
f. Setelah bermain dengan hewan/unggas termasuk hewan peliharaan
g. Sebelum memasukkan dan mengeluarkan lensa kontak
h. Sebelum mengobati luka
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
II. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

Apa manfaat jajanan sehat?
Jajan adalah makanan yang dibeli dan dikonsumsi dari luar rumah, misalnya jajan di kantin sekolah. Jajanan sehat mengandung gizi seperti kalori, protein dan vitamin, meskipun kandungan kalori cenderung lebih banyak.
Jajanan yang dapat menjadi sumber kalori , misalnya bakwan, getuk, gemblong, kroket, klepon, pisang goreng, singkong dan lain-lain. Jajanan yang dapat menjadi sumber kalori dan protein, misalnya bakso, gado-gado, bihun goreng,lemper dan lain-lain.
Jajan tidak selalu merupakan kebiasaan yang buruk karena anak-anak sekolah punya aktivitas yang tinggi sehingga memerlukan jajan diantara waktu makan pagi dan makan siang.
Jajanan akan mengatasi rasa lesu atau kurang bergairah selama anak berada di sekolah dan sebagai upaya pengenalan terhadap aneka ragam makanan.
Mengapa kita harus jajan di kantin sekolah ?
Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi, terjamin kebersihannya, terbebas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus.
Makanan yang bergizi akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa. sehingga siswa menjadi lebih berprestasi di sekolah.
Penjaja makanan berpenampilan bersih dan sehat.
Tersedianya air bersih yang mengalir dan memakai sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makanan.
Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor.
Adanya pengawasan terhadap kantin sekolah secara teratur oleh guru, siswa dan komite sekolah.
Mengapa kita tidak boleh jajan sembarangan?
Bila jajan sembarangan , kita tidak dapat memastikan apakah jajanan tersebut bersih , bergizi, sehat dan aman.
Jajanan yang tidak terjamin kebersihannya bisa saja sudah tercemar kuman sehingga menyebabkan penyakit diare atau disentri, atau pada makanan tersebut ada telur cacing yang menyebabkan penyakit cacingan.
Jajan sembarangan tidak aman karena kita tidak tahu apakah bahan makanan tambahan yang digunakan seperti zat pewarna, zat pengawet, bumbu penyedap apakah aman bagi kesehatan kita.
Oleh karena itu berhati-hatilah dengan jajanan yang berwarna mencolok.Zat pewarna alami seperti daun pandan , kunyit, bit, dsb. biasanya menimbulkan warna yang pudar pada makanan sehingga jajanan terlihat kurang menarik.
Penjaja makanan cenderung menggunakan zat pewarna kain karena murah sedangkan zat pewarna yang aman bagi kesehatan biasanya mahal.
Bahan makananan tambahan yang tidak aman dapat menjadi racun bagi tubuh. Reaksi yang ditimbulkan oleh keracunan makanan bisa seperti muntah , diare bahkan syok.
Maka berhati-hatilah dan waspada akan akibat jajan sembarangan , karena kita bisa sakit perut terkena diare dan cacingan juga bisa muntah karena keracunan.
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
III. MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

Mengapa kita harus membuang sampah di tempatnya?
Sampah adalah sarang kuman dan bakteri penyakit. membuang sampah pada tempatnya menghindari tubuh supaya tidak tertular penyakit, juga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Akibat membuang sampah sembarangan.
a. Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang serangga dan tikus.
b. Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara.
c. Sampah menjadi sumber dan tempat hidup
d. Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
BUANG SAMPAH DITEMPATNYA YAA…..
Karena sampah dapat menjadi sumber penyakit
Sampah yang dibuang sembarangan akan mengotori lingkungan sekolah dan tidak sedap dipandang mata.
Oleh karena itu kita perlu memilah-milah sampah.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam.
Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu
Sampah dibagi atas : Organik, An Organik, dan Sampah Berbahaya
1. Sampah Organik/Basah
Mengalami pembusukan secara alami.
Contoh : daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.
2. Sampah An Organik/ Kering
Tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
Contoh : Logam, Besi, Kaleng, Kertas, Plastik, Karet atau botol
3. Sampah berbahaya
Contoh : baterai, botol obat nyamuk, jarum suntik bekas, botol sisa kimia, atau pecahan kaca.
Pesannya : Kalau buang sampah dipilah dulu ya……
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
IV. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
AYO KITA BEROLAHRAGA SECARA RUTIN….
Tujuan Olahraga secara rutin adalah :
1. Agar tubuh kita selalu bugar
2. Kita menjadi semangat untuk belajar
3. Untuk memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit
4. Untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal

Manfaat Olah raga secara rutin adalah :
Berat badan terkendali
Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional
Lebih percaya diri
Lebih bertenaga dan bugar
Daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih baik
Terhindar dari penyakit Jantung, Stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dll.
AYO KITA BEROLAHRAGA SECARA RUTIN…..
Agar tubuh kita tumbuh sehat kuat dan bugar……….
Kita jadi semangat belajar………
Ikuti cara olahraga yang benar ya…..
1. Pakai pakaian olah raga yang menyerap keringat
2. Pakai sepatu olah raga yang sesuai ukuran kaki
3. Lakukan pemanasan sebelum berolah raga
4. Pilih olah raga yang sesuai arahan guru seperti main bola, bulutangkis, kasti, basket atau permainan mengasyikkan lainnya.
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
V. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.
Mengapa perlu mengetahui berat badan dan tinggi badan kita?

Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan , berarti siswa dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan badan serta status gizi (gizi kurang. gizi baik atau gizi lebih)
Dengan mengamati pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dari waktu ke waktu, dapat diketahui perkembangan kesehatannya.
Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa?
Pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan siswa di Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah (KMS-AS) secara teratur setiap 6 bulan akan memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa (kekurangan gizi, kegemukan atau gizi baik).
Anak dengan status gizi baik akan tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usia.
Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi kurang?
1. Siswa tampak kurus
2. Tidak segar, tidak ceria
3. Tidak bergairah/ malas melakukan aktifitas
4. Cenderung sering sakit
Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi lebih?
1. Siswa tampak gemuk
2. Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang
3. Tidak dapat bergerak bebas
4. Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
5. Mudah lelah
6. Malas melakukan kegiatan

Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi baik?
1. Tumbuh normal
2. Segar, kuat, giat dan ceria
3. Mata bersih dan bersinar
4. Nafsu makan baik
Anjuran :
“Untuk tumbuh sehat , makan cukup dengan menu seimbang dan bervariasi”
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
VI.Bebaskan dirimu dari asap rokok
Zat apa saja yang ada dalam rokok?
Dalam 1 batang rokok mengandung 4000 bahan kimia dan 43 senyawa tersebut terbukti menyebabkan kanker. Bahan utama rokok terdiri dari nikotin, tar dan karbon monoksida (CO).
1. Nikotin dapat merusak jantung dan aliran dalam darah terganggu seperti terjadinya penyempitan pembuluh darah , denyut jantung meningkat, pembuluh darah mengeras dan terjadinya penggumpalan darah. Nikotin menyebabkan perokok menjadi kecanduan.
2. Tar merupakan bahan kimia beracun yang dapat mengakibatkan kerusakan sel paru-paru dan menyebabkan kanker, terutama kanker paru.
3. Karbon monoksida, merupakan gas beracun yang berakibat pada kurangnya kemampuan darah membawa oksigen sehingga mengakibatkan otak, jantung dan organ tubuh yang penting menjadi kekurangan oksigen.
Apa saja bahaya merokok
1. Dapat menderita kanker paru, kanker mulut, kanker organ tubuh yang lainnya, penyakit jantung dan pembuluh darah, batuk-batuk yang menahun (kronik), kelainan kehamilan, katarak, kerusakan ginjal, kerusakan gigi, kehilangan pendengaran, tulang mudah patah, dll.
2. Selain dapat menyebabkan penyakit juga memberikan pengaruh pada pikiran, perasaan dan tingkah laku perokok seperti menjadi ketagihan, kemudian ketergantungan pada rokok tinggi.
Rokok mengandung racun yang berbahaya yaitu :

Cadmium (bahan baterai), Steanic Acid (bahan Lilin), Tolune (buangan Industri), Nikotin (Insektisida), Amonia (cairan pembersih toilet), Cat, Metanol (bahan bakar roket), Karbonmonoksida ( gas buangan mobil), Arsenic yang sangat mematikan, Metan, Acetic Acid, dan Butane (bahan bakar pemantik).
Apa yang dimaksud dengan perokok aktif dan pasif?
Perokok Aktif adalah orang-orang yang mengisap rokok secara rutin dengan jumlah yang paling kecil sekalipun, misalnya merokok 1 batang dalam sehari atau merokok karena sekedar coba-coba saja, atau merokok hanya menghembus-hembuskan asap rokok.
Sementara Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi menghisap asap rokok orang lain atau berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
Perokok pasif dapat menderita penyakit sama dengan yang diderita oleh perokok aktif dan bahkan lebih berbahaya dari perokok aktif karena tidak adanya kekebalan tubuh yang terbentuk dalam tubuh perokok pasif saat racun asap rokok masuk ke dalam tubuh.
Bagaimana supaya kita terhindar dari merokok?
1. Jangan pernah mencoba untuk merokok
2. Jangan mau terbujuk oleh rayuan untuk merokok
3. Berani bilang TIDAK kalau ada yang menawari kita merokok
4. Katakan TIDAK MAU kalau ada yang mengajak merokok
5. TEGUR kalau ada yang merokok di sekolah
6. Katakan TIDAK BOLEH kepada penjual rokok di sekitar sekolah
7. Pilih dan bergaulah dengan teman yang tidak merokok.
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 1)
Apa yang dimaksud dengan memberantas jentik di sekolah?
Kegiatan memeriksa dan membersihkan tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di sekolah agar terbebas dari jentik nyamuk.
Mengapa perlu memberantas jentik di sekolah?
Agar siswa terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan kaki gajah.
Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat.
Bagaimana siklus hidup nyamuk?

Telur – Jentik – Kepompong – Nyamuk
Telur
Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 100 butir
Telur Aedes Aegypti berwarna hitam dengan ukuran 0,8mm
Telur ini ditempat yang kering (tanpa air) dapat bertahan sampai 6 bulan
Telur itu akan menetas menjadi jentik dalam waktu lebih kurang 2 hari setelah terendam air.
Jentik
Jentik kecil yang menetas dari telur itu akan tumbuh menjadi besar yang panjangnya 0,5 – 1 cm
Jentik Aedes Aegypti akan selalu bergerak aktif dalam air. Geraknya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas (mengambil udara) kemudian turun, kembali ke bawah
dan seterusnya.
Pada waktu istirahat, posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada di sekitar dinding tempat penampungan air.
Setelah 6 – 8 hari jentik itu akan berkembang /berubah menjadi kepompong
Kepompong
Berbentuk seperti koma
Gerakannya lamban
Sering berada di permukaan air
Setelah 1-2 hari akan menjadi nyamuk dewasa
Dimanakah tempat perkembangbiakan jentik nyamuk?
1. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari seperti drum, tangki reservoir, bak mandi/WC, ember, dan lain-lain.
2. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum burung, vas bunga, kaleng, botol, plastik, dan lain-lain
3. Tempat penampungan air alamiah seperti lubanng pohon, lubang batu, pelepah daun, dan lain-lain
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 2)
Bagaimana cara memberantas jentik ?

Dengan melakukan cara 3 M yaitu :
Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain.
Bagaimana melakukan pemeriksaan jentik berkala?
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik
Jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan pemberantasan jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya
Memeriksa hasil pemeriksaan jentik
Kapan dilakukan pemeriksaan jentik berkala dan 3M?
Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3 M dilakukan secara teratur setiap minggu (satu hari dalam satu minggu) di sekolah.
Apa saja Plus Cara lainnya?
1. Mengganti air vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali
2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak
3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan lain-lain misalnya dengan tanah.
4. Membersihkan/mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekarangan, kebun, dan lain-lain.
5. Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (abate atau lainnya) ditempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.
6. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
7. Memasang kawat kasa di sekolah.
8. Pencahayaan dan ventilasi
9. Menghindari gigitan nyamuk : dengan menggunakan obat nyamuk (bakar, oles/gogok, elektrik) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk.
Dengan menghindari gigitan nyamuk, dapat mencegah terkena penyakit Malaria dan Kaki Gajah (filariasis)
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)
VIII. Buang Air kecil dan Buang Air Besar (BAB) di Jamban Sekolah

Mengapa harus memakai Jamban saat buang air kecil dan buang air besar?
1. Untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak berbau
2. Supaya tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya
3. Agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, peyakit kulit dan keracunan.
Bagaimana jamban yang sehat itu?
1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
2. Tidak berbau
3. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus
4. Tidak mencemari tanah sekitarnya
5. Mudah dibersihkan dan aman digunakan
6. Dilengkapi dinding dan atap pelindung
7. Penerangan dan ventilasi cukup
8. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
9. Tersedia air, sabun dan alat pembersih
Bagaimana cara menggunakan jamban dengan benar?
1. Buang Air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) du jambang, dengan benar, yaitu bila menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki/alas kaki akan mengotori jamban.

2. Menyiram hingga bersih setelah buang air kecil dan buang air besar
3. Membuang sampah pada tempatnya , agar jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah
4. mengingatkan siswa/i dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan memastikan jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.
Bagaimana cara memeliharanya ?
1. Membersihkan lantai jamban dan menghindari terjadi genangan air
2. Membersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih dan tidak ada kotoran di dalam jamban, tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran
3. Selalu tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih)
4. Apabila ada kerusakan segera diperbaiki
(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)-ilmci