Selamat Datang Di Blog e-edu
Masuk Klik Di sini
Masuk Klik Di sini
Tampilkan postingan dengan label PAUD - Parenting Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAUD - Parenting Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Beranda Siapkan Anak Bangsa Kita Dari Usia Dini-4






Mendongkrak Minat Baca Si Kecil

Siapa bilang mengajar si kecil membaca adalah perkara sukar ?

Lesley Mandell Morrow, profesor dan pakar pendidikan belajar membaca pada usia dini di Rutgers University, mengatakan orangtua hendaknya membiarkan anak belajar membaca dengan cara alamiah. Senang Membaca

Dari kegiatan sehari-hari, anak dapat belajar membaca. Kegiatan memasak, berjalan-jalan, makan bersama, berbelanja bisa menjadi kesempatan berharga untuk memacu anak belajar membaca secara bebas. “Anak yang harus membaca buku akan merasa terpaksa untuk belajar,” katanya.

Menurut Morrow, kemampuan membaca harus dipelajari dan dipraktikkan dengan sukarela tak ubahnya kemampuan berbicara dan memahami. Tinggal bagaimana orangtua menjadikan kegiatan belajar membaca sebagai bagian dari ritual sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan bersama antara anak dan orang tua ini juga akan mendorong orang tua untuk kembali gemar membaca. Lewat programnya yang diberi nama GAINS (Gaining Achievement in the New Standard), Morrow dan rekannya Michael W. Smith dan Diane H. Tracey, menawarkan konsep belajar membaca yang lebih bebas. Berikut saran mereka:

Memasak bersama
Saat memasak, mintalah anak untuk membaca resep. Selain itu, ajak anak untuk ikut menyiapkan makanan dengan cara membaca label yang tertera. Membaca daftar belanja juga menjadi bagian dari kegiatan belajar membaca yang menyenangkan.

Berjalan-jalan bersama
Saat menikmati acara rekreasi bersama si kecil, Anda bisa mengajarnya membaca lewat nama-nama binatang, tanaman, dan benda yang ditemui di jalan. Catat nama benda-benda itu dan minta si kecil membacanya. Begitu pula saat malam tiba, Anda bisa mengajak si kecil menyaksikan benda-benda langit, menulis namanya dan meminta anak membacanya kembali sambil menunjuk benda-benda yang dibacanya.

Saat makan bersama
Acara makan bersama bisa pula menjadi ajang belajar membaca bagi si kecil. Mintalah si kecil untuk mengambilkan botol atau kemasan bertulisan. Dengan ‘tantangan’ itu anak akan mencoba membaca tulisan yang ada pada botol atau kemasan. Riset menunjukkan, semakin banyak waktu yang dilewatkan bersama keluarga di meja makan, semakin besar kemungkinan bagi si kecil untuk menguasai berbagai kosa kata. “Keluarga yang terbiasa berdiskusi di meja makan biasanya akan memberikan kesempatan berbicara pada anak-anaknya dan itu bermanfaat untuk melatih perbendaharaan kosa kata si kecil dan dengan sendirinya membantu mereka saat belajar membaca,” kata Morrow.

Belanja bersama
Sebelum pergi berbe-lanja bersama si kecil, buatlah daftar barang belanjaan terlebih dulu. Lantas, dengan gaya pemburu, minta anak Anda mencari barang yang dimaksud dengan membawa daftar belanjaan. Si kecil akan membiasakan untuk mencocokkan daftar belanjaan dengan barang yang ia temu-kan di rak. Membaca tanda-tanda yang ada di toko juga akan menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi si kecil. Membaca koran. Koran memberi peluang besar pada anak untuk belajar membaca. Rubrik yang memikat seperti komik dan perjalanan yang penuh warna akan menarik mata si kecil. Diskusikan dengan si kecil apa saja yang Anda baca bersamanya. Kalau mungkin, kliping bagian yang ia sukai.

Bercerita bergantian
Membiasakan bercerita pada si kecil dengan cara membaca akan mendorong anak untuk membaca juga. Mintalah ia membacakan cerita untuk Anda. Setelah itu ajak ia berdiskusi mengenai cerita yang baru saja Anda baca bersamanya.

Menonton aktif
Jangan jadi penonton pasif bila ada di depan tele-visi. Saat menonton TV bersama anak Anda, mintalah ia belajar membaca teks, tulisan atau apa pun yang muncul di layar. Diskusikan bersama anak.

Orangtua suportif
Jika tak tahu, tak ingat, atau tak memahami apa yang ditanyakan si kecil pada Anda, jangan ragu untuk mengakuinya, namun berjanjilah untuk mencari jawabannya. Bukalah buku, ensiklopedia, kamus, atau Internet bersama si kecil untuk mencari jawaban. Bacalah bersama.
Sumber : Dikdasmen




Dampak Televisi bagi Perkembangan ANak

Dampak Televisi bagi Perkembangan 3 tahun pertama usia seorang Anak ternyata harus menjadi perhatian utama orang tua. Jangan biarkan Anak seorang diri tanpa pengawasan berjam-jam duduk manis di depan TV.

Menurut penelitian Akademi Pediatri di negara Paman Sam, bahwa jangan ada media TV untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, dan untuk anak di atas usia 2 tahun hanya diberi 1 jam saja untuk menonton TV, tentunya dengan pengawasan orang tua/pendamping.

Penelitian terakhir dari Universitas Massachusetts menyatakan bahwa waktu yang banyak dihabiskan menonton televisi untuk 3 tahun pertama usia anak ternyata akan mengurangi waktu bermainnya dan mengurangi interaksi antara anak dengan orangtuanya.



Rahasia Membentuk Anak Cerdas

Sebuah berita ringan mancanegara di salah satu televisi swasta nasional beberapa waktu lalu sungguh sangat mengagumkan.

Berita tersebut mengisahkan seorang anak kecil berusia 7 tahun, Alex Mortgail, asal Bremen, Jerman, memiliki IQ yang sangat cemerlang. Dalam usia 2,8 tahun, dia sudah lancar membaca dan menulis. Setiap harinya tak terlewatkan membaca berbagai karya sastra untuk anak, juga “melahap” habis sejumlah jurnal ilmiah, berbagai berita koran maupun berita melalui teknologi informasi. Pendek kata ia tidak pernah melewatkan berbagai informasi yang ia peroleh dari berbagai sumber.

Orang tua Mortgail sempat merasa khawatir dengan kecerdasan otak anaknya itu. Kecerdasannya telah menyebabkan perilakunya “menyimpang” karena menjadi sangat berbeda dengan anak-anak lain sebayanya. Mortgail hampir setiap harinya hanya mengisi waktunya dengan membaca, menulis, dan “bergaul” dengan teknologi informasi.

Ketika memasuki usia 5 tahun, Mortgail sudah bisa menguasai tiga bahasa dunia, Inggris, Spanyol, Prancis, dan tentu saja bahasa Jerman. Di sekolahnya, berbagai bentuk soal hitungan matematika, fisika, dan kimia dapat dijawabnya dalam waktu singkat.

Melihat kecerdasan yang luar biasa pada diri Mortgail, kepala sekolahnya merekomendasikan murid istimewa itu untuk langsung belajar di perguruan tinggi tanpa mengikuti sekolah tingkat menengah. Setelah di universitas, dengan melihat keistimewaan Mortgail, rektor universitas tempat Mortgail kuliah segera mendaftarkan anak itu ke lembaga pemerintah yang secara khusus menangani anak berbakat. Berkat keistimewaan yang dimilikinya, Mortgail dinyatakan sebagai “anak negara”. Beberapa tahun kemudian, ketika ia berusia 10 tahun, si anak ajaib itu, muncul di jaringan televisi Jerman untuk melakukan debat ilmiah dengan sejumlah profesor. Itulah kisah Mortgail si bocah ajaib, luar biasa.

Rahasia Membentuk Anak sehat, cerdas dan berkepribadian baik merupakan dambaan setiap orangtua. Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah pemberian makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal. Soalnya gangguan gizi pada masa bayi dapat menghambat pertumbuhan otak, yang tentu berpengaruh pada perkembangan kecerdasan bayi.

Fakta-fakta ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas bila diberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif pada 4 – 6 bulan pertama kehidupannya. ASI eksklusif, lebih tepat disebut pemberian ASI secara eksklusif, artinya hanya memberi ASI pada bayi.

Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan. Pertama, faktor genetik atau bawaan dari orangtua. Lainnya, faktor lingkungan. Faktor ini akan menunjang apakah faktor genetik bisa berkembang optimal. Perlu diingat, faktor genetik tidak dapat direkayasa, sementara faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat dimanipulasi.

Secara garis besar ada tiga jenis faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan.

1. Pertumbuhan fisik biomedis otak. Untuk ini, nutrisi berperan sangat penting. Makanan dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal akan mendukung pertumbuhan otak yang optimal pula.

2. Pertumbuhan emosi dan sosial yang mengutamakan pemberian kasih sayang pada anak. Anak yang merasa disayangi akan mudah menyayangi lingkungan. Dan, dia pun mudah bersosialisasi serta menjalin hubungan yang memuaskan.

3. Stimulasi atau rangsangan sejak dini, bahkan sejak janin dalam kandungan. Para ahli membuktikan, dengan pemberian stimulasi terus-menerus sampai dua tahun, IQ anak pada usia 4 – 5 tahun dapat ditingkatkan 15 – 30 poin.

Pertumbuhan otak

Bila mendengar kata cerdas selalu diasosiasikan dengan otak. Otak, salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia yang tumbuh sangat cepat selama kehamilan. Otak bayi terbentuk segera setelah pembuahan. Otak bayi lahir telah mencapai pertumbuhan 25 persen dari otak dewasa dan mengandung 100 miliar sel otak (neuron). Di usia setahun, pertumbuhannya mencapai 70 perse dari otak dewasa. Di usia tiga tahun, otak anak telah sebesar 90 persen otak dewasa. Maka periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kecerdasan anak.

Pertumbuhan otak terbagi atas dua stadium. Stadium pertama adalah stadium pembentukan neuron, sedangkan stadium kedua adalah stadium pembesaran dan pematangan neuron. Pembentukan ini hanya berlangsung sampai usia kehamilan lima bulan, setelah itu neuron tak terbentuk lagi. Bila gizi ibu hamil baik, di akhir stadium pertama akan terbentuk neuron muda yang sangat banyak.

Gizi bayi yang baik dapat mempercepat pembentukan myelinisasi, apalagi bila disertai rangsangan. Makin banyak rangsangan yang didapat, akan makin banyak pula cabang neuron yang terbentuk. Maka, komunikasi antar sel-sel otak juga akan baik. Rangsangan pada panca indra janin sangat baik untuk menjaga agar otak tetap dapat tumbuh.

(Dikutip dari berbagai sumber*)



Wash, Brush, Comb ! Developing Preschool Hygiene Habits

Mengajarkan anak-anak Balita kita tentang Kebersihan Diri….?

Mencuci tangan, Menyikat Gigi, dan Menyisir Rambutnya sendiri?sisir rambut

Pamela Wingerden M.Sp.Ed. menuliskannya untuk para Orang Tua…..

“Wash your hands. Brush your teeth. Did you use soap?” These are just a few of the phrases preschool parents repeat like a broken record. It’s a fact: children and germs go hand in hand. Each day parents watch their children play in the sand at the park, stick fingers in their noses and mouths, pick up slimy creatures, and reach eagerly for food that’s fallen on the ground.

Getting preschoolers to take over the brushing, scrubbing and rinsing themselves is an important step in the development of a preschooler’s independence. Not only does it give parents a welcome break and help ditch the dirt in the short term, but teaching basic hygiene concepts to children at a young age will form the groundwork of a healthy lifestyle in the future.

Proper Hygiene

Just as you teach your child the steps to ride a bike or play a game, it’s important for you to teach your child proper hygiene habits. Personal hygiene can include such skills as how to properly wash hands, take a bath, brush teeth and hair, and follow proper toilet training skills. “The most common health issues that come up is from preschoolers playing with unsanitary things and then touching their mouths and other kids before washing hands,” says pediatrician Carol-Lynn Barsky. “At this age, it is primarily hand washing that will keep them healthy.”

Get in the Habit

Help train your child to get in the habit of washing his hands after certain activities such as using the bathroom, playing at the park, and being at a friend’s house. Keep a regular schedule for taking baths and help your child brush teeth and hair in the morning and before bedtime everyday. If your child gets in the habit of regular hand washing, brushing teeth, and bathing, it will become more natural and reminders from parents will be less necessary. One of the most effective ways to teach consistency in good hygiene is to set a good example as a parent by washing your hands, and brushing your teeth and hair in front of your child regularly.

What about Germs?

It’s important to gently explain the idea of germs to your child, without scaring him. You want your child to feel free to make mud pies and pick up insects, without the fear of germs. “I teach the children that not all germs are bad, but that some germs can make us sick,” says preschool teacher Shannon Johst. “I talk to them about how fast germs can spread, and that washing hands will keep them safe.” The key is to focus on what your child can do for his body to stay healthy rather than focusing solely on germs.

Oke menarik kan????cuci tangangosok gigi

ilmci

Beranda Siapkan Anak Bangsa Kita Dari Usia Dini-3

The Golden Age

Perspektif pembangunan manusia Indonesia seutuhnya menjadi landasan konseptual dari pembangunan pendidikan nasional yang ingin kita kembangkan. Dalam perspektif ini pembangunan pendidikan harus mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia secara optimal dan bermanfaat bagi diri, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia sehingga berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi diri, masyarakat dan pembangunan nasional.


Dalam kerangka ini pendidikan anak usia dini menjadi sangat strategis, sebab jenjang ini masa yang paling baik untuk meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan mental emosional, akhlak dan potensi otak anak. Para ahli sering menyebut masa kanak-kanak sebagai usia emas (golden age).

Me & My Dad

Para ahli psikologi berpendapat bahwa usia dini sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun.

Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Fakta lain ditemukan bahwa pada saat lahir, otak bayi sudah memiliki sekitar 100 milliar sel otak atau neuron atau telah mencapai jumlah 75% dari jumlah sel-sel otak manusia dewasa. Perkembangan otak menjadi sempurna melalui pengalaman dari hari ke hari yang dialami oleh anak. Saat-saat kritis masa penyempurnaan itu terjadi sejak masa konsepsi hingga usia 6 tahun.

Penjelasan di atas menggambarkan kepada kita semua bahwa pada masa kanak-kanak semua potensi berkembang secara pesat.

Oleh karena itu, layanan pendidikan anak usia taman kanak-kanak haruslah memenuhi standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan. Terkait dengan itu, atas dasar teori bahwa otak manusia itu memiliki beberapa jenis kecerdasan yaitu bahasa, logika matematika, ruang, kinestika tubuh, musik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalist. Maka anak usia taman kanak-kanak perlu diberi perhatian dan rangsangan, dengan cara memberikan pengalaman yang beragam.



Tips : Memberi Stimulasi Anak Di Masa Golden Age

The Golden Age, adalah masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemuadian hari. Walaupun beberapa pakar menyebutkan sedikit perbedaan tentang rentang waktu masa Golden Age, yaitu 0-2 th, 0-3 th, 0-5 th atau 0-8 th, namun semuanya sepakat bahwa awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka.

Oleh karena itu masa Golden Age sering pula dikenal dengan “masa-masa penting anak yang tidak bisa diulang”. Di masa-masa inilah, peran orang tua dituntut untuk bisa mendidik dan mengoptimalkan kecerdasan anak baik secara intelektual, emosional dan spriritual.

Berikut ini adalah tips dalam memberikan stimulasi/rangsangakids1n anak pada masa golden age guna mengoptimalkan kecerdasan mereka:

Stimulasi yang Anda berikan bisa berupa pengalaman di alam terbuka.

Untuk anak-anak pengamatan mereka akan alam sangat detil. Anak-anak biasanya akan belajar banyak dengan hanya mengamati. Orang tua bisa bercerita tetang alam dan binatang. Jawablah pertanyaan anak dengan bahasa mereka yang sederhana. Dan lebih banyak ajukan pertanyaan untuk menggugah rasa ingin tahu anak.

Anak juga belajar dengan mengamati dan meniru Anda.

Maka sebagai orang tua Anda bisa menstimulasi mereka dengan menjadi teladan anak. Kalau Anda senang membaca, kemungkinan besar anak pun akan demikian.

Jangan berikan target, tetapi hargailah anak atas usahanya.

Kalau anak diberi standar-standar harus bisa membaca pada usia sekian, anak harus pandai membaca, maka anak akan mati-matian menyenangkan orang tuanya walaupun hati mereka tidak bahagia.

Pujilah mereka atas usahanya.

Berikan mereka reward atas usaha yang telah mereka berikan dengan hal yang bermanfaat, misalnya dengan mengajak mereka jalan-jalan ke toko buku, taman pintar, water boom dan lain-lain.

Berikan mainan yang bermanfaat bagi perkembangan keterampilan anak seusia mereka.

Berilah mereka kasih sayang dan rasa aman sehingga mereka pun akan sanggup memberi kasih sayang pada sesamanya. Di masa golden age, jika peran orang tua membahagiakan dalam kehidupan mereka, memori ini akan terkenang selamanya dan membawa pengaruh positif di kehidupan dewasa mereka kelak.



Bekal OrTu untuk Tumbuh Kembang Buah Hati

Gimana sih Media Pembelajaran untuk terapkan Disiplin Sang Buah Hati? Hmm…..salah satunya ya setiap hari kita bisa Mengajarkan Hidup Bersih……………..

Kalau kita udah mulai sejak dini bagaimana Pola Hidup Sehat untuk diri sendiri sejak masa kanak-kanak, hasilnya akan jauh lebih baik. Mengajarkan hidup bersih juga dapat digunakan sebagai satu media pembelajaran untuk penerapan disiplin.Gimana cara mengajarkannya? Yaa kita sebagai OrTu harus menjadi contoh. Anak perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang bisa diawali dengan teladan dari orang tua.


Pertama adalah : MENJAGA KEBERSIHAN TUBUH

1. Mandi
Frekuensi dan waktu untuk mandi sangat tergantung pada kondisi anak. Kalau anak kita banyak melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat maka sebaiknya frekuensi mandi harus lebih sering. Keringat yang menempel di tubuh anak akan mengundang kuman-kuman untuk bersarang. Si kecil pun bisa terkena penyakit kulit. Idealnya, sekali dalam satu hari anak perlu keramas. Sehabis mandi bersihkanlah pusar. Bentuk pusar yang menjorok ke dalam sulit untuk dibersihkan karenanya, pusar harus dibersihkan dengan menggunakan bahan yang lembut dan dengan hati-hati.Sehabis mandi Bersihkan juga lubang hidung dengan tissue, dan telinga dengan cotton bud. (hati-hati yaa jangan menggunakan tangan, karena Tangan yang tidak bersih dapat menjadi sumber bakteri.!!!).

2.Menyikat Gigi

Setiap selesai makan dan sebelum tidur, mulut harus dibersihkan karena, sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi dan rongga mulut lama kelamaan dapat menjadi plak dan karang gigi.

3.Menggunting Kuku

Kuku bisa menjadi sarang bertumbuhnya kuman dan bakteri penyebab penyakit. Selain itu, kuku juga dapat melukai anak. Jagalah agar kuku tetap pendek.

4.Mencuci Tangan.

Cucilah tangan sesering mungkin. Tangan merupakan media penularan penyakit yang sangat potensial karena, tangan digunakan memegang barang-barang yang juga disentuh banyak orang. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir.

5.Mengganti Pakaian dan Alas Kaki

Pastikan anak selalu mengenakan pakaian yang bersih. Mulai dari celana, kaos, dan pakaian dalam. Kaos kaki, sepatu maupun sandal harus bersih. Sepatu dan sendal harus rutin dibersihkan, dan hindari pemakaian kaos kaki berulang-ulang.

child


Nah Yang Kedua : UNTUK PERTUMBUHAN DAN KECERDASAN

Istirahat Cukup dan Olah Raga Teratur
Tidur sangat perlu bagi pertumbuhan anak. Porsi dan kualitas tidur membantu pertumbuhan anak karena, hormon pertumbuhan bekerja optimal saat anak tidur. Bayi memerlukan tidur setidaknya 17 jam perhari, balita 10-12 jam, sedang anak di atas 6 tahun memerlukan tidur 9-10 jam per hari. Selain tidur, anak juga memerlukan olah raga secara rutin. Olah raga yang dapat membantu meningkatkan kekebalan anak terhadap serang penyakit. (Jangan dibiasakan nonton TV terlalu lama dan sering yaaaa

Kecerdasan Anak

Anak cerdas merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, tidak semua anak terlahir cerdas. Menurut seorang pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS, faktor GENETIK hanya memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Gizi dan perawatan yang baik semasa pertumbuhan, lingkungan yang kondusif, bahkan saat anak “MASIH DI KANDUNGAN” dapat membantu tumbuh kembang anak.

Berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif antara gizi pada masa petumbuhan anak dengan perkembangan fungsi otak. Bila ingin memaksimalkan pertumbuhan sel otak anak, aturlah asupan gizi sejak dalam kandungan.

Selain itu, ibu hamil wajib menghindari asap rokok. Asap rokok dapat mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem saraf janin.

Kandungan racun dalam rokok sangat berbahaya bagi bayi.Semasa janin, terjadi pertumbuhan dan pertambahan sel otak. Semakin besar volume otak, semakin tinggi tingkat kecerdasan. Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi cukup. Setelah lahir, anak membutuhkan gizi yang cukup agar perkembangan otak optimal. Sebaiknya anak diberi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, berikanlah HD Honeybee PollenS, suplemen yang diformulasikan khusus untuk anak-anak, untuk membantu pertumbuhan tubuh dan otak anak. HD Honeybee PollenS mengandung nutrisi penting unsstuk membantu meningkatkan kecerdasan dan dapat meningkatkan konsentrasi anak.

Rangsangan untuk Meningkatkan Respon. Seorang psikolog Swiss, Jean Piaget menyatakan bahwa semakin banyak hal baru yang didengar anak, semakin besar keinginan anak untuk melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada di lingkungannya. Berikan gambar-gambar lucu dan menarik dengan berbagai warna di kamar anak. dengan berbagai warna di kamar anak.

Kemampuan Verbal Bahasa yang didengar anak dapat mempengaruhi kemampuan dasar berpikirnya. Bila sering diajak berbicara, kemampuan verbal anak semakin baik. Pelajaran berbahasa yang diterapkan sejak dini dapat menaikkan kemampuan inteligensia anak.

Nah…para OrTu terutama para Calon OrTu……pasti akan selalu memberikan Yang Terbaik untuk putra/I Anda kaaaan?????…… Inga…Inga…Inga….TUMBUH & KEMBANG, bahkan KECERDASAN Sang Buah Hati sangat tergantung pada Pola ASAH, ASIH dan ASUH dari Anda! ilmci ------------------------>>>>>>>> Good LUCK

Siapkan Anak Bangsa Kita Dari Usia Dini-2

PAUD adalah pendidikan anak usia dini untuk usia anak 0-6 tahun bagian dari pendidikan pra-sekolah dan termasuk pendidikan non formal.

Tetapi dalam PAUD sendiri dibagi menjadi PAUD formal yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Atfal (RA); dan PAUD non-formal yang terdiri dari Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), TPQ, Fullday School, dll.


Golden Age
Sebelum membahas manfaat bermain, kita lihat PAUD dari sisi yang lain. PAUD di Purworejo sampai hari ini masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat, padahal dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa anak usia dini adalah masa ”golden age” periode perkembangan kognitif, bahasa dan sosial emosional mengalami titik puncaknya. Keterlambatan stimulasi pada usia ini mempunyai efek jangka panjang dalam kehidupan seorang manusia.


Pentingnya PAUD juga dikemukakan oleh Feldman (2002) bahwa masa balita merupakan masa emas yang tidak akan berulang karena merupakan masa paling penting dalam pembentukan dasar-dasar kepribadian, kemampuan berfikir, kecerdasan, keterampilan, dan kemampuan bersosialisasi. Kenyataan ini memperkuat keyakinan bahwa pendidikan dasar bagi anak seyogianya dimulai sedini mungkin.

Penelitian tentang otak menunjukkan sampai usia 4 tahun tingkat kapabilitas kecerdasan anak telah mencapai 50%, pada usia 8 tahun mencapai 80%, dan sisanya sekitar 20% diperoleh pada saat berusia 8 tahun ke atas. Artinya apabila pendidikan baru dilakukan pada usia 7 tahun atau sekolah dasar, stimulasi lingkungan terhadap fungsi otak yang telah berkembang 80 % tersebut terlambat dalam pengembangannya. Otak yang kurang difungsikan tidak hanya membuat anak kurang cerdas tetapi dapat mengurangi optimalisasi potensi otak yang seharusnya dimiliki oleh anak.


Fungsi Bermain
Kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa bermain dengan teman sebaya mempunyai fungsi yang dapat memperluas interaksi sosial dan mengembangkan ketrampilan sosial bagi anak kita, yaitu memberi pelajaran pada anak-anak bagaimana kita berbagi, hidup bersama, mengambil peran dalam kehidupan, dan belajar hidup dalam masyarakat secara umum. Selain itu, bermain akan meningkatkan perkembangan fisik, koordinasi tubuh, dan mengembangkan serta memperhalus ketrampilan motor kasar dan halus.

Bermain juga akan membantu anak-anak memahami tubuhnya, fungsi dan bagaimana menggunakannya dalam belajar. Anak-anak bisa mengetahui bahwa bermain itu menyegarkan, menyenangkan dan memberikan kepuasan.


Bermain dapat membantu perkembangan kepribadian dan emosi karena anak-anak mencoba melakukan berbagai peran, mengungkapkan perasaan, menyatakan diri dalam suasana yang tidak mengancam, juga memperhatikan peran orang lain. Melalui bermain, anak-anak kita bisa belajar mematuhi aturan sekaligus menghargai hak orang lain.

Bermain dengan bimbingan guru di lembaga PAUD jelas lebih berkualitas karena disanalah nilai-nilai positif bisa disisipkan yang tidak didapat ketika anak bermain dirumah atau di lingkungan masyarakat. Selanjutnya Froebel dalam Brewer (2007:41) mengatakan bahwa permainan dalam PAUD merupakan pondasi bagi pembelajaran anak sehingga dapat menjembatani anak antara kehidupan di rumah dan kehidupan anak di sekolah nantinya.


Bermain dan Kemampuan Intelektual
Bermain ternyata dapat membangun kemampuan intelektual anak. Bermain mampu merangsang perkembangan kognitif, karena dengan bermain, sensor-motor (indera-pergerakan) anak-anak dapat mengenal permukaan lembut, kasar, atau kaku. Permainan fisik akan mengajarkan anak akan batas kemampuannya sendiri.

Bermain juga akan meningkatkan kemampuan abstraksi (imajinasi dan fantasi) sehingga anak-anak semakin jelas mengenal konsep besar-kecil, atas-bawah, dan penuh-kosong. Melalui bermain, anak dapat menghargai aturan, keteraturan, dan logika. Bermain juga akan membangun struktur kognitif anak.

Anak-anak akan memperoleh informasi yang lebih banyak sehingga pengetahuan dan pemahamannya akan lebih kaya dan lebih dalam. Bila informasi baru tersebut ternyata berbeda dengan yang selama ini diketahuinya, anak dapat mengubah informasi yang lama sehingga ia mendapat pemahaman atau pengetahuan yang baru. Jadi akan memperkaya, memperdalam dan memperbaharui struktur kognitif anak sehingga semakin sempurna.


Bermain ternyata juga akan membangun kemampuan kognitif, kemampuan kognitif mencakup kemampuan mengidentifikasi, mengelompokkan, mengurutkan, mengamati, membedakan, meramalkan, menentukan hubungan sebab-akibat, membandingkan, dan menarik kesimpulan. Bermain akan mengasah kepekaan anak-anak akan keteraturan, urutan dan waktu. Bermain juga meningkatkan kemampuan logis (logika).


Disamping itu bermain juga akan menjadi media bagi anak untuk belajar memecahkan masalah. Pada saat bermain, anak-anak akan menemui berbagai masalah sehingga akan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengetahui bahwa ada beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah.

Dengan bermain juga memungkinan anak-anak bertahan lebih lama menghadapi kesulitan sebelum persoalan yang ia hadapi dapat dipecahkan. Proses pemecahan masalah ini mencakup adanya imajinasi aktif anak-anak. Imajinasi aktif akan mencegah timbulnya kebosanan yang merupakan pencetus dari kerewelan yang sering kita jumpai pada anak-anak.

Bermain juga akan mengembangkan konsentrasi, kita bisa melihat apabila tidak ada konsentrasi yang memadai, seorang anak tidak mungkin dapat bertahan lama bermain peran (berpura-pura menjadi dokter, guru, ayah/ibu, dll).

Ada hubungan yang dekat antara imajinasi dan kemampuan konsentrasi. Imajinasi membantu meningkatkan kemampuan konsentrasi. Anak-anak yang tidak imajinatif memiliki rentang perhatian (konsentrasi) yang pendek dan memiliki kemungkinan besar untuk berperilaku agresif dan mengacau.



Bermain merupakan Laboratorium Bahasa


Jika kita perhatikan, bermain juga dapat menjadi wahana melatih kemampuan berbahasa anak. Dapat dikatakan bahwa kegiatan bermain merupakan ”laboratorium bahasa” bagi anak-anak. Di dalam bermain, anak-anak bercakap-cakap satu dengan yang lain, berargumentasi, menjelaskan, dan meyakinkan. Keterbatasan pendidikan bahasa di dalam keluarga dapat ditambal dengan interaksi bersama teman sebayanya di sekolah PAUD.

Jumlah kosakata yang dikuasai anak-anak dapat meningkat karena mereka dapat menemukan kata-kata baru dari teman bermain dan guru tentunya. Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa PAUD ternyata mempunyai manfaat yang begitu besar, namun seolah terkuburkan karena kurangnya pemahaman dan penjelasan ke orang tua.

Harapannya, dengan tulisan ini dapat memberikan pemahaman tentang PAUD, dan memberikan motivasi bagi penyelenggara PAUD tentang peran mereka bagi pembanguan pendidikan yang tidak boleh dianggap remeh, karena dari sinilah pondasi peningkatkan mutu pendidikan itu dibangun.

Penulis : Margono, S.Pd. M.Acc



Pendidikan Anaka Usia Dini

Benyamin s. Bloom, professor pendidikan dari Universitas Chicago, menemukan fakta yang cukup mengejutkan:
Ternyata 50% dari semua potensi hidup manusia terbentuk ketika kita berada dalam kandungan sampai usia 4 tahun. Lalu 30 % potensi berikutnya terbentuk pada usia 4 – 8 tahun.


Ini berarti 80% potensi dasar manusia terbentuk sebagian besar di rumah, sebelum mulai masuk sekolah. Akan seperti apa kemampuannya, nilai-nilai hidupnya, kebiasaannya, kepribadiannya dan sikapnya … 80% tergantung pada hasil pendidikan orang tua nya. Sadar atau tidak. Baik “dibentuk” secara sengaja atau pun tidak sengaja!

Artinya, akan jadi siapa anak kita, bagaimana cara berpikir dan bersikapnya ditentukan sepenuhnya oleh informasi dan pengetahuan apa yang tersimpan di otaknya.

Panca indera adalah pintu masuk yang langsung masuk ke pusat kecerdasan anak. Apapun yang ia dengar, apapun yang ia lihat, apapun yang ia rasakan, semua langsung tersimpan (terinstall filenya ) di otak anak.

Ia juga belajar tentang sikap dan kepribadian dari orang-orang yang mengasuhnya. Bagaimana ayah ibunya berbicara, apa yang dikatakan, bagaimana ia bereaksi terhadap emosi-emosi tertentu, bagaimana orangtua bereaksi terhadap tekanan amarah, tangisan, dan kerewelan. Semua bahasa komunikasi anak (dalam bentuk gerakan, tangisan dan kerewelan) adalah alat-alat ia belajar.


GURU PERTAMA ADALAH ORANG TUA

Hal pertama yang langsung kita sadari adalah, sebagai ayah dan ibu, kita adalah guru anak-anak kita. Baik kita melakukannya dengan benar ataupun “nggak sengaja” salah.

Pertanyaan berikutnya, sudah tahukah kita kurikulum apa yang sedang berlangsung pada usia 0 – 4 tahun atau dalam 8 tahun perkembangan pendidikan anak-anak kita?

Salah satu ALAT yang bisa digunakan adalah menjadikan kegiatan membaca sebagai salah satu sumber INPUT OTAK ANAK-ANAK kita. Kosa kata apa yang kita input, akan sangat mempengaruhi mereka. Oleh sebab itulah orang tua sangat-sangat penting memahami CARA BAGAIMANA agar bisa meng-input otak anak-anaknya sesuai dengan cara kerja otak mereka.

Beberapa hal terkait dengan ini, banyak di bahas pada ebook belajar membaca yang diterbitkan oleh belajar-membaca.com dan dunia-parenting.com dan juga telah disertai dengan bahan-bahan atau alat-alat belajar untuk anda pakai sebagai salah satu sarana efektif bagi orang tua yang peduli dengan masa depan anak-anaknya.

Di dalam ebook itu akan diberikan cara-cara yang efektif menjadikan kegiatan membaca, bukan hanya untuk BISA MEMBACA, melainkan justru UNTUK INPUT KEPRIBADIAN sekaligus MENGAKTIFKAN OTAK BELAJAR mereka, dengan cara yang tidak akan merusak kesenangan anak terhadap kegiatan tersebut. Bahkan mereka sangat haus, sangat nyaman, sangat alami. Amin



Memahami Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Tujuan PAUD adalah membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral dan agama secra optimal dlam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis dan kompetitif.


LANDASAN YURIDIS

  1. Pembukaan UUD 1945
  2. Amandemen UUD 1945 pasal 28
  3. UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak Pasal 9 ayat (1)
  4. UU No 20/2003 pasal 28


PAUD MERUPAKAN KOMITMEN DUNIA

Komitmen Jomtien Thailand (1990) ’Pendidikan untuk semua orang, sejak lahir sampai menjelang ajal.’Deklarasi Dakkar (2000) Memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini secara komprehensif terutama yang sangat rawan dan terlantar.’Deklarasi ”A World Fit For Children” di New York (2002) ‘Penyediaan Pendidikan yang berkualitas’


PENTINGNYA PAUD

  1. PAUD sebagai titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia dan sangat fundamental.
  2. PAUD memegang peranan penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakan fondasi dasar bagi kepribadian anak.
  3. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
  4. Merupakan Masa Golden Age (Usia Keemasan). Dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak.
  5. Cerminan diri untuk melihat keberhasilan anak dimasa mendatang. Anak yang mendapatkan layanan baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidup selanjutnya.


KONDISI YANG MEMPENGARUHI ANAK USIA DINI

Faktor Bawaan : faktor yang diturunkan dari kedua orang tuanya, baik bersifat fisik maupun psikis.

Faktor Lingkungan

  1. Lingkungan dalam kandungan
  2. Lngkungan di luar kandungan : lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah dll.


MEMAHAMI KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI

  1. Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya.
  2. Mengetahui tugas-tugas perkembangan anak, sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak, agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.
  3. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
  4. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.
  5. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.

Penulis : Dra. Nani Susilawati (Staf Pengajar FISIP USU)



Mengapa PAUD (Pendidikan ANak Usia Dini)

KALAU kita singkap apa yang tersirat pada Undang-Undang Khusus yang mengatur tentang anak yaitu dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada pasal 53 ayat (1): Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cuma-cuma atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu, anak telantar, dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil.

Apa sebenarnya dampak dan implikasi undang-undang itu bahwa anak dari keluarga tidak mampu akan mendapatkan biaya pendidikan secara cuma-cuma dari pemerintah. Permasalahannya, bagaimana pemerintah menyosialisasikan dan membuat masyarakat mudah mengaksesnya. Undang-Undang tersebut sudah semestinya diimplementasikan, dan tentunya kita tidak akan menemukan lagi anak-anak yang tidak mampu, anak-anak terlantar dan anak-anak yang tinggal di daerah yang tidak mengecap pendidikan.

Salah satu upaya kongkrit yang mungkin dapat dilakukan adalah menggalakkan keberadaan apa yang dikenal dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan semacam ini dapat dilakukan dengan tidak mengenal tempat dan lokasi, apakah di perkotaan maupun di pedesaan. Program ini bisa saja dalam bentuk lembaga formal dan dimungkinkan pula dalam bentuk lembaga non formal.


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedang digalakkan di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Pendidikan anak memang harus dimulai sejak dini, agar anak bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal.

Ada kajian yang menyatakan bahwa anak-anak yang sebelumnya memperoleh PAUD akan sangat berbeda dengan anak-anak yang sama sekali tidak tersentuh PAUD baik informal maupun nonformal. Ibarat jalan masuk menuju pendidikan dasar, PAUD memuluskan jalan itu sehingga anak menjadi lebih mandiri, lebih disiplin, dan lebih mudah mengembangkan kecerdasan majemuk anak.

Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam. Kebijakan pemerintah kabupaten akan ikut menentukan nasib anak serta kualitas anak di masa depan.
Masa depan yang berkualitas tidak datang dengan tiba-tiba, oleh karena itu lewat PAUD kita pasang pondasi yang kuat agar di kemudian hari anak bisa berdiri kokoh dan menjadi sosok manusia yang berkualitas.



The Golden Age

Perspektif pembangunan manusia Indonesia seutuhnya menjadi landasan konseptual dari pembangunan pendidikan nasional yang ingin kita kembangkan. Dalam perspektif ini pembangunan pendidikan harus mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia secara optimal dan bermanfaat bagi diri, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia sehingga berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi diri, masyarakat dan pembangunan nasional.

Dalam kerangka ini pendidikan anak usia dini menjadi sangat strategis, sebab jenjang ini masa yang paling baik untuk meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan mental emosional, akhlak dan potensi otak anak. Para ahli sering menyebut masa kanak-kanak sebagai usia emas (golden age).

Para ahli psikologi berpendapat bahwa usia dini sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun.



Yang Perlu untuk Tumbuh Kembang Anak

Mengajarkan hidup bersih juga dapat digunakan sebagai satu media pembelajaran untuk penerapan disiplin.
Pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri, sejak dini. Pembentukan pola hidup sehat akan lebih baik bila dimulai sejak kanak-kanak. Mengajarkan hidup bersih juga dapat digunakan sebagai satu media pembelajaran untuk penerapan disiplin. Cara mengajarkannya? Orang tua harus menjadi contoh. Anak perlu dibiasakan untuk melakukan hal-hal yang bisa diawali dengan teladan dari orang tua.

Menjaga Kebersihan Tubuh

Mandi
Frekuensi dan waktu untuk mandi sangat tergantung pada kondisi anak. Jika anak banyak melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat maka sebaiknya frekuensi mandi harus lebih sering. Keringat yang menempel di tubuh anak akan mengundang kuman-kuman untuk bersarang. Si kecil pun bisa terkena penyakit kulit. Idealnya, sekali dalam satu hari anak perlu keramas. Sehabis mandi bersihkanlah pusar.

Bentuk pusar yang menjorok ke dalam sulit untuk dibersihkan karenanya, pusar harus dibersihkan dengan menggunakan bahan yang lembut dan dengan hati-hati.
Sehabis mandi Bersihkan juga lubang hidung dengan tissue, dan telinga dengan cotton bud. Penggunaan tangan tidak dianjurkan. Tangan yang tidak bersih dapat menjadi sumber bakteri.

Menyikat Gigi
Setiap selesai makan dan sebelum tidur, mulut harus dibersihkan karena, sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi dan rongga mulut lama kelamaan dapat menjadi plak dan karang gigi.

Menggunting Kuku dan Mencuci Tangan
Kuku bisa menjadi sarang bertumbuhnya kuman dan bakteri penyebab penyakit. Selain itu, kuku juga dapat melukai anak. Jagalah agar kuku tetap pendek.

Cucilah tangan sesering mungkin. Tangan merupakan media penularan penyakit yang sangat potensial karena, tangan digunakan memegang barang-barang yang juga disentuh banyak orang. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Mengganti Pakaian dan Alas Kaki
Pastikan anak selalu mengenakan pakaian yang bersih. Mulai dari celana, kaos, dan pakaian dalam. Kaos kaki, sepatu maupun sandal harus bersih. Sepatu dan sendal harus rutin dibersihkan, dan hindari pemakaian kaos kaki berulang-ulang.

Untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan

Istirahat Cukup dan Olah Raga Teratur
Tidur sangat perlu bagi pertumbuhan anak. Porsi dan kualitas tidur membantu pertumbuhan anak karena, hormon pertumbuhan bekerja optimal saat anak tidur. Bayi memerlukan tidur setidaknya 17 jam perhari, balita 10-12 jam, sedang anak di atas 6 tahun memerlukan tidur 9-10 jam per hari. Selain tidur, anak juga memerlukan olah raga secara rutin. Olah raga yang dapat membantu meningkatkan kekebalan anak terhadap serang penyakit.


IQ Anak
Anak cerdas merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, tidak semua anak terlahir cerdas. Menurut seorang pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS, faktor genetik hanya memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Gizi dan perawatan yang baik semasa pertumbuhan, lingkungan yang kondisif, bahkan saat anak masih di kandungan dapat membantu tumbuh kembang anak.

Berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif antara gizi pada masa petumbuhan anak dengan perkembangan fungsi otak. Bila ingin memaksimalkan pertumbuhan sel otak anak, aturlah asupan gizi sejak dalam kandungan. Selain itu, ibu hamil wajib menghindari asap rokok. Asap rokok dapat mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem saraf janin. Kandungan racun dalam rokok sangat berbahaya bagi bayi.

Semasa janin, terjadi pertumbuhan dan pertambahan sel otak. Semakin besar volume otak, semakin tinggi tingkat kecerdasan. Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi cukup. Setelah lahir, anak membutuhkan gizi yang cukup agar perkembangan otak optimal. Sebaiknya anak diberi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.

Rangsangan untuk Meningkatkan Respon
Seorang psikolog Swiss, Jean Piaget menyatakan bahwa semakin banyak hal baru yang didengar anak, semakin besar keinginan anak untuk melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada di lingkungannya. Berikan gambar-gambar lucu dan menarik dengan berbagai warna di kamar anak. dengan berbagai warna di kamar anak.

Kemampuan Verbal
Bahasa yang didengar anak dapat mempengaruhi kemampuan dasar berpikirnya. Bila sering diajak berbicara, kemampuan verbal anak semakin baik. Pelajaran berbahasa yang diterapkan sejak dini dapat menaikkan kemampuan inteligensia anak.

Berikanlah yang terbaik untuk putra-putri Anda. Pertumbuhan dan perkembangan, bahkan kecerdasannya sangat tergantung pada pola asah, asih dan asuh dari Anda! [HD-ilmci

Mari Kita Siapkan Anak Bangsa Dari Usia Dini

Large Baby

Anak adalah hadiah dari Tuhan untuk sebuah Pernikahan. Tetapi apa jadinya anak dikemudian hari sangat tergantung kepada kedua orangtuanya. Bagaikan selembar kertas putih, polos, tak ternoda yang akan berisi warna-warni indah goresan kedua orangtuanya untuk mengisi kehidupan dengan nilai-nilai orang tuanya sampai kelak dia tumbuh menjadi anak yang mandiri.

Melatih Orang Tua mendidik Anak (Parenting Life) yang akan disuguhkan di sini adalah bagaimana mendidik anak khusus di usia 3 – 12 tahun.

Bagian I.

Satu Visi , Satu Hati

Anak yang dikaruniakan Tuhan dalam sebuah keluarga, merupakan bagian dari rencana-Nya yang khusus. Tuhan telah menempatkan anak-anak di bawah bimbingan orangtua sebanyak Sepertiga dari waktu hidup mereka.

Sebenarnya anak tidak sulit untuk diajar dan berubah sesuai harapan orang tua, dan semuanya harus diawali jika Suami dan Istri memiliki Satu Visi dan Satu Hati dalam mendidik anak.

Kuncinya : Orang tua harus mengerti standar-standar keImanan dalam Agama mereka , Hidup dengan pegangan Agama dan memberi waktu secara konsisten dan persisten untuk mentransfer standar tersebut kepada anak melalui Didikan dan Teladan.

Satu Visi : Anak kita meMuliakan Tuhan

Satu Hati : Ayah mengasihi Ibu dan Ibu menghormati Ayah

Hubungan Suami Istri yang Indah merupakan Langkah Awal yang menentukan keberhasilan dalam mendidik anak

Hubungan Suami Istri yang Baik adalah awal yang menentukan dalam mendidik anak

Coba ikuti Kuis “Evaluasi Pribadi” di bawah ini…..

(V = Ya ; X = Tidak)

* Apakah anak anda pernah berkata, “papa sayang mama” dan “mama sayang papa”?

* Apakah dalam 2 – 3 minggu terakhir ini, abda memiliki waktu untuk berduaan dengan pasangan anda, misalnya makan berdua di luar, jalan-jalan berdua, dsb.?

* Apakah anda sering merasa didukung oleh pasangan anda dalam mendidik dan mendisiplin anak?

* Apakah anda merasa pasangan anda lebih mengutamakan anda (memberi perhatian dan waktu) daripada mengutamakan anak anda?

* Apakah anda jarang menunjukkan perbedaan pendapat dengan pasangan anda di depan anak ketika ia meminta sesuatu atau ketika ia akan dihukum?

* Apakah anda merasa sering dihargai pasangan anda di depan anak-anak ?

* Apakah anda sering memeluk atau menunjukkan kasih kepada pasangan anda di depan anak-anak?

* Apakah dalam seminggu ini anda mendengar kata-kata dari pasangan anda yang membangun anda menjalankan fungsi sebagai ayah atau ibu?

Jika jawaban anda ada 3 X (TIDAK) atau lebih, maka hubungan anda sebagai Suami Istri membutuhkan perbaikan.


Diskusikan dengan Pasangan anda!

1. Apa harapan anda berdua terhadap anak anda dalam 6 bulan ke depan?

2. Kendala-jkendala yang dihadapi dalam mendidik anak anda selama ini?

3. Cara memperkuat hubungan Suami Istri?

Loving Couple

Praktek setiap Hari………….

Tunujukkan kasih secara nyata sebagai Suami Istri di hadapan anak.

Contoh : memeluk/mencium pasangan anda ketika pergi, menggandeng tangan ketika berjalan, merangkul pasangan anda sambil duduk berduaan, saling mendoakan misalnya ketika pasangan akan pergi ke kantor, ke pasar, dll.

Perhatikan respon anak anda…..bahwa perilaku anak anda akan berubah menjadi lebih baik ketika mereka melihat Kasih Papa dan Mama yang ditunjukkan setiap hari……………

Ok….selamat jumpa di bagian ke dua…..semoga memberi manfaat…..



Bagian 2.

Membangun HUBUNGAN

Di bagian pertama sudah dijelaskan bahwa, Orang Tua harus belajar mendidik anak dengan kekuatan Hubungan Pernikahan mereka, dengan membangun Kesatuan Hati sebagai suami istri.

Keberhasilan mendidik anak juga tergantung pada kemampuan Orang tua membangun hubungan dengan Anak.

Bila tidak ada hubungan (komunikasi), maka segalanya akan bermasalah. Contohnya bila ada anak bermasalah, lebih banyak disebabkan karena Kurang PERHATIAN yang diberikan Orang tua terhadap anak. Orang tua harus memiliki PRIORITAS untuk membangun hubungan dengan anak, supaya anak tidak merasa disisihkan karena kesibukan orangtuanya.

1). Ketika anak masih kecil, orang tua diberikan otoritas oleh Tuhan untuk memimpin anaknya dalam memberikan standar kebenaran , karena anak masih polos, belum tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Ketika anak mulai besar dan tumbuh dalam tanggung jawab, maka orang tua harus mengembangkan kepemimpinannya melalui Pengaruh Hubungan (mengontrol)

Evaluasi Pribadi

Nilai : 1 = tidak pernah ; 2 = jarang ; 3 = kadang ; 4 = sering ; 5 = selalu

1. Anak saya senang berdekatan dengan saya

2. Anak saya antusias bila sedang berbicara dengan saya

3. Anak saya menceritakan rahasia/isi hatinya kepada saya saat dia melirik dan naksir lawan jenisnya

4. Anak saya menikmati pergi ke luar rumah dengan saya

5. Saya mempunyai waktu untuk berbicara dengan anak saya setiap hari

Nah bila nilai total anda :

5 – 7 = bahaya! segera perbaiki hubungan dengan anak

8 – 11 = Peringatan! keadaan memburuk jika tidak ada perbaikan

12 – 15 = Waspada!, belum Aman

16 – 20 = Mulai Aman, tingkatkan terus hubungan

21 – 25 = Hubungan sudah Mantap, Peliharalah!!!

2). Ketika anak mulai dewasa , mereka perlu didengarkan, dihargai, dan diberi Arahan. Tanpa hubungan yang baik dengan anak, instruksi dan nasehat yang disampaikan oleh orang tua kadang sulit diterima dengan baik.

Semua didikan dan arahan dari orang tua hanya efektif diterima oleh anak jika mereka PERCAYA pada orangtuanya.

Oleh karena itu hindarilah hal yang membuat hati anak anda tertutup yaitu :

2.A. Menghukum anaknya tanpa menjelaskan mengapa ia dihukum, maka anak akan tumbuh menjadi Keras Hati karena merasa tidak adil.

2.B. Tidak mengerti apa yang telah dijanjikan pada anak, maka anak akan terluka hatinya dan hilang kepercayaan.

2.C. Orang tua sering merasa diri Benar, dan tidak bersedia minta maaf bila salah. maka anak akan bereaksi terhadap kesombongan oraang tua dan hilang kepercayyan anak terhadap kepemimpinan orangtuanya.

2. D. Kurang meluangkan waktu untuk beribadah bersama antara anak dan orang tua.

2.E. Melakukan kesalahan dan gagal adalah sesuatu yang perlu diterima sebagai proses pembelajaran dalam pendewasaan anak.

Jangan membuat anak untuk takut menceritakan kesalahan/kegagalan mereka, karena punya kesan bahwa orangtuanya akan marah dan tidak dapat menerima merela apa adanya.

3). Membangun Hubungan saling Percaya (Trust Relationship)

3.A. mendengar dan menerima Perasaan Anak tanpa menghakimi , akan memberi kelegaan pada Hati anak ketika ia menghadapai masalah. Tunjukkan Empati bukan Apatis.

3.B. Kepercayaan adalah Syarat utama untuk sebuah hubungan yang baik.

3.C. Lebih banyak menggunakan kata-kata yang positif daripada negatif dan lebih banyak membangun daripada meruntuhkan, maka anak akan tumbuh dengan citra diri yang sehat.

3 Langkah menggunakan Pujian Diskriptif untuk meneguhkan anak :

I. Terangkan apa yang anda AMATI

Menolong anak menyadari sikap tanpa perlu disuruh

2. Terangkan apa yang anda RASAKAN

Menolong anak tahu bahwa dia bermanfaat untuk orang lain

3. Terangkan apa yang anda INGINKAN

Menolong anak punya karakter positif, memotivasinya dan dapat pujian.

Kaitkan senantiasa pujian kita dengan karakter anak yang ingin kita kembangkan.

3. D. Komitmen membangun suasana ibadah bersama, meminta maaf dengan kesungguhan hati pada anak, memberi waktu dan perhatian untuk menjawab kebutuhan emosi anak. Perhatikan temperamen anak (berkeinginan kuat/pendiam/mudah bergaul/ aktif/cermat)

Family

TIPS MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ANAK

1. Bertanya tentang bagaimana sekolahnya hari ini

2. Minta ia cerita teman yang paling disukai/tidak

3. Beri xontoh bagaimana mendoakan orang disekitarnya

4. Minta anak mendoakan kita saat keluar kota/aktivitas penting

5. Cerita tentang kemurahan Tuhan : sembuh dari sakit, veli rumah, naik pangkat, soal keuangan, ada pekerjaan baru, dll.

6. Menanyakan kesulitan dalam belajar

7. Menanyakan apa yang dia pelajari dari hidup kita

8. Menulis surat tanda keteguhan kasih kita pada anak

9. Menceritakan perjuangan hidup dimasa lalu, masa sulit dan bandingkan dengan saat sekarang yang jauh lebih baik.



Bagian 3.

Benar Tanpa Pengawasan

Pernahkan anda menyaksikan anak-anak saat bersama keluarga mereka bersantai di mal, pusat perbelanjaan, pasar, tempat bermain, taman wisata, pusat kebugaran, atau tempat umum lainnya? Perhatikan, kelakuan anak-anak itu yang mencerminkan kondisi hati mereka. Karena setiap perbuatan lahir dari HATI, yang dipenuhi dari Apa yang mereka lihat dan alami sejak lahir, dari orang tua maupun dari lingkungan sekitarnya, baik hal Baik/Buruk.

Mereka bisa tumbuh jadi anak yang Egois dan memberontak atau bahkan jadi anak yang Santun dan Jujur kelakuannya….bagai kertas putih yang tergores tinta……………

Tujuan Mendidik Anak adalah :

Anak berprilaku Benar, sekalipun orang tua tidak ada di samping mereka.

3.1. Bahaya Media terhadap Anak

Kemajuan Teknologi dan Media adalah anugerah Tuhan YME.. bila dipakai untuk kebaikan akan membawa kemuliaan bagi manusia, tetapi bila disalahgunakan akan mampu menghancurkan martabat manusia……

Perlu dipikirkan para Orang Tua bila membiarkan anaknya melihat saluran TV yaitu :

1. Apakah membiarkan anak melihat kejahatan seperti adegan kekerasan dalam hiburan TV?

2. Apakah menurunkan pertahanan anak terhadap kewaspadaan tindak kejahatan?

3. Apakah membuka pintu menuju sistem dunia degan konsep-konsep yang menyalahi norma agama?

4. Apakah tontonan TV bisa memadamkan hati nurani anak dengan memperkenalkan standar moral yang rendah?

5. Apakah orang tua membiarkan anak berhubungan dengan orang jahat yang dalam keadaan normal tidak mungkin anda ijinkan masuk ke rumah?

6. Apakah anak menghabiskan Waktu sebagai sumber daya paling berharga hanya dengan menonton TV?

3.2. Apa yang harus dilakukan orang tua bila menghadapi anak yang sudah kecanduan (terikat) menonton tayangan di TV.

Orang tua harus lebih banyak berkomunikasi dan mendampingi anak saat menonton TV.

3.3. Pengaruh Orang Tua terhadap Anak

Tuntunan dalam menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut masing-masing keluarga adalah Kunci yang tersimpan dalam hati anak-anak dan seberapa banyak kebenaran akan mempengaruhi Perilakunya.

Pengaruh terbesar terhadap kehidupan anak seharusnya datang dari orang tua, bukan dari teman-teman pergaulannya atau dari Media.

Ketika Orang tua melakukan tanggung jawab mendidik anak dalam Kebenaran, maka anak kita tidak akan menyimpang dari jalan kebenaran yang sudah diajarkan oleh orangtuanya ketika ia besar.

Yang penting Orang tua harus Konsisten dan Persisten , berulang-ulang menanam Kebenaran dalam hati anak sehingga memiliki hati yang benar. Akibatnya anak punya perilaku baik yang lahir dari Hatinya.

3.4. Hal-hal yang perlu diajarkan

Agar anak-anak dapat menghadapi setiap tantangan baik melalui media dan pengaruh lingkungannya, maka orang tua harus selalu menuntun mereka melalui tuntunan ibadah sesuai agamanya…….

Evaluasi Pribadi :

* Evaluasi beberapa media yang dinikmati anak dalam rumah dan bagaimana pengaruhnya pada prilaku sang anak.

Juga pembantu/mertua yang sering menonton TV dan dampaknya terhadap anak kita.

Apa yang anda lakukan dalam menghadapi tantangan media yang ada sekatang ini?

* Pikirkan satu hal yang dapat anda ajarkan pada anak anda dengan fokus pada hati mereka, dan ceritakan respon mereka!



Bagian 4.

Pola Pengasuhan (Parenting Style)

Keberhasilan Orang Tua dalam mendidik anak tergantung pada pola /cara pengasuhan. Biasanya Orang tua mewarisi pola pengasuhan tersebut dari orangtuanya. Dengan mengenali pola pengasuhan yang diterapkan sekarang, akan membantu orang tua untuk menemukan dan menerapkan pola pengasuhan yang tepat.

I. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN

1. Faktor Tuntutan atau Disiplin

Merupakan sikap atau tindakan orang tua yang berhubungan dengan masalah aturan , standar/ukuran tertentu serta fungsi pengawasan.

2. Faktor Penerimaan atau Kasih

Merupakan sikap atau tindakan orang tua untuk melihat kebutuhan anak dan memenuhinya, membuka jalur komunikasi dua arah, mendorong serta membangun karakternya.

II. JENIS-JENIS POLA PENGASUHAN

Kombinasi dari kedua faktor yang menentukan pola pengasuhan, maka terdapat empat jenis pola pengasuhan yaitu :

III. ORANG TUA OTORITER

Sikap orang tua yang terlalu banyak mendikte dan kaku, banyak memberi hukuman terutama fisik setiap kali anak melakukan kesalahan, juga menuntut keinginan nya tanpa banyak melatih anak maupun membangun hubungan dengan anak, serta komunikasi yang terbatas dan searah serta sering memaksakan kehemdak, dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap anak, dan mengakibatkan :

* kemampuan membangtun hubungan rendah

* memiliki gambar diri yang rusak

* Kurang berani mengambil inisiatif

* Kurang mandiri dan tergantung [ada otoritas

* Bersikap memberontak dan agresif

IV. ORANG TUA PERMISIF

Sering tidak memberi adanya peraturan maupun batasan yang jelas di dalam rumahSangat menunjukkan kasih kepada anak, tetapi cenderung tidak berani menegur anak jika anak melakukan kesalahan, Tidak membimbing anak untuk mengatur dirinya sendiri, selalu menghindari konflik dan mengalah pada kemauan anak.

Hal-hal demikian dapat berpengaruh tehadap anak :

* Anak tumbuh menjadi pribadi yang egois

* Tidak mandiri dan tidak bertanggung jawab

* Mudah untuk manipulasi peraturan

* Tidak mampu menguasai diri/keinginan

* Cenderung mengatur dan tidak menghargai orang tua

V. ORANG TUA YANG TIDAK PEDULI

Sering tidak terlibat dalam kehidupan anak, sering menolak dan mengabaikan keberadaan anak, tidak memperhatikan dan tidak memberikan dukungan kepada anak dan tidak mengajarkan batasan

Pengaruhnya terhadap anak :

* Anak merasa dirinya tidak berharga

* Memiliki rasa tidak aman

* batinnya terluka dan memberontak

* Motivasi berprestasi rendah

* Kemampuan untuk membangun hubungan yang rendah

VI. ORANG TUA BIJAK

Contoh Ideal dimana Sang Orang Tua memiliki sikap dan komitmen yang jelas, mengasihi anak dengan tetap berpegang pada standar, memiliki hubungan yang harmonis, memberikan pengajaran yang tepat pada anak ketika ia bersalah dan ada penjelasan sebelum ia dihukum, serta dapat membenagun komunikasi dengan dasar percaya dan terbuka.

Pengaruhnya terhadap anak :

* Memiliki gambar diri yang baik

* Bertanggung jawab dan mampu untuk menguasai diri

* Tidak merasa sakit hati ketika dihukum

* Tidak mudah goyah dalam situasi yang sulit

* Memiliki komunikasi yang sehat

* Menghargai otoritas dan mau meneladani iman orang tuanya

* Berpotensi untuk berprestasi dalam akademik

VII. MEMBANGUN POLA PENGASUHAN YANG SEHAT

Dengan memahami pola pengasuhan yang sekarang diterapkan, maka persoalan berikutnya apakah kondisi sekarang dapat diubah. Sebuah berita baik adalah bahwa Pola pengasuhan dapat DIUBAH, meskipun butuh Komitmen dan kemauan yang Kuat.

Cara :

1. Mengenali kecenderungan Pola pengasuhan kita dan memiliki keinginan untuk Berubah

* Perlu seimbang dalam menerapkan disiplin dan kasih.

* Belajar dari pasangan kita (jika ada) untuk lebih tegas atau lebih lembut.

* Perubahan merupakan sebuah proses, jadi jangan berhenti

* Berkat Tuhan hanya akan tercurah oleh KeSehatian Suami dan Istri.

2. Kenali keadaan anak kita sekarang yang merupakan akibat dari pola pengasuhan yang kita terapkan.

Ambil langkah perbaikan, misal :

* Bagikan pada anak-anak, bahwa orangtua juga memiliki kelemahan

* Munta maaf dengan tujuan untuk pemulihan hubungan

* Hargai setiap anak sebagai pribadi yang berharga dimata Tuhan

3. Bangun hubungan yang Sehat dengan anak

* Berikan telinga untuk lebih memahami keadaan setiap anak

* Membuat batasan dan aturan dalam rumah

* Menerapkan disiplin yang benar dan harus dengan pemahaman tentang alasan disiplin uang diterapkan

* Buat kesepakatan keluarga untuk saling mengingatkan dan membangun

Nah untuk itu anda dan pasangan sebagai orang tua dapat membuat tugas minggu ini :

1. Diskusikan, termasuk jenis orang tua manakah anda?, bagaimana anda berdua mau berubah dari pola poengasuhan yang salah (permisif, otoriter, tidak peduli) kepada pola pengasuhan yang benar.

2. Diskusikan, temukan dan belajarlah hal apa yang perlu diperbaiki serta pikirkan langkah-langkah praktis untuk menjadi Orang Tua BIJAK.



Bagian 5.

Melatih Tanggung Jawab

Dua faktor utama yang menyebabkan kegagalan orang tua dalam menghasilkan anak-anak yang taat dan berprilaku baik adalah :

1. Orang tua tidak mencontohkan teladan yang baik dalam mendidik anak dengan langsung

2. Orang tua tidak memiliki kesabaran dan konsisten untuk mendidik anak melalui latihan yang berulang-ulang.

Dijelaskan dalam sesi tiga ” Benar tanpa Pengawasan” , ada dua faktor utamyang alan membawa keberhasilan orang tua yang mau sungguh – sungguh mendidik anammmmmmmmmmmmmk :

1. Orang tua menetapkan peraturan atau tata tertib disiplin yang jelas di rumah, sehingga anak-anak tahu dengan jelas, jika mereka melanggarnya pasti ada sangsi dan hukuman.

2. Orang tua memiliki komitmen untuk menyayangi anak mereka dengan menunjukkan sikap yang adil dan mengerti mereka.

Untuk menjadi jenis orang tua yang bijak, orang tua harus dapat menunjukkan kepada anak kasih sayang yang dapat dirasakan dan perbuatan yang jelas.

II. Mengapa Anak membutuhkan batasan/aturan :

1. Anak punya kecenderungan “Self centered” (Berpusat pada diri sendiri)

Oleh sebab itu anak sejak dini perlu diceritakan tentang Al Kitab supaya satu saat ia dapat percaya adanya Tuhan Sang Maha Pencipta.

2. Anak perlu memiliki karakter dasar yaitu Penguasaan Diri

Masalah terbesar dalam diri anak adalah tidak mampu menguasai keinginannya, walaupun belum mengerti akan arti sebuah dosa/kesalahan , bukan berarti ia tidak mampudapat didik untuk belajar menguasi dirinya.

Penguasaan diri adalah kemampuan untuk melakukan yang benar sekalipun perasaannya tidak menghendakinya.

Penguasaan Diri adalah unsur yang utama yang perlu dikembangkan dalam diri anak sejak dini karena penguasaan diri menolong anak untuk menunjukkan kebaikan, kelembutan,untuk menaati orang tua, untuk berbicara dan mengontrol emosi yang negatif, untuk konsentrasi dan duduk tenang.

Anak yang terbiasa dipenuhi keinginannya seketika itu juga saat ia memonta, akan membuat anak merasa tidak perlu belajar menunggu. Ia akan tumbuh menjadi anak yang egois.

III. Bagaimana membangun batasan dengan benar

ILLUSTRASI AIR (= besarnya kebebasan)

DALAM GELAS (=besarnya tanggung jawab)

Besarnya Kebebasan yang diberikan tergantung kepada tingkat Tanggung Jawab yang ditunjukkan anak. Inilah prinsip “Setia dalam Perkara Kecil”. Kebebasan yang lebih besar hanya diberikan kepada anak jika ia sudah dapat menunjukkan tanggung jawab terhadap kebebasan yang diberikan sebelumnya.

Mengizinkan anak yang berusia 5 tahun memiliki kebebasan yang seharusnya hanya diberikan kepada anak usia 8 tahun adalah melanggar prinsip ini. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang tua permisif dengan dalih mengasihi anak. Akibatnya akan timbul konflik yang tidak perlu dan kebingungan pada anak, jika kebebasan yang diberikan ditarik kembali.

Sebelum memberikan sesuatu kepada anak, senantiasa bertanya :

* Apakah ini waktu yang tepat?

* Apakah anak seusia dia sudah dapat bertanggung jawab terhadap kebebasan yang diberikan atau dapat membahayakan dirinya/orang lain?

Jadi dalam melatih penguasaan diri melalui batasan, anak-anak juga bel;ajar karaktertanggung jawab. Anak diharapkan suatu hari akan memiliki gaya hidup yang bertanggung jawab.

TANGGUNG JAWAB : MENGETAHUI DAN MELAKUKAN APA YANG ORANG LAIN HARAPKAN DARI SAYA.

IV. Bagaimana membangun aturan dengan benar

1. Aturan harus benar dan jelas, di balik aturan harus juga dijelaskan supaya anak dapat mengerti dengan baik.

2. Setiap pelanggaran terhadap aturan perlu dipikirkan jenis hukuman yang tepat supaya anak dapat melaksanakan tanggung jawabnya terhadap aturan tersebut.

3. Jika anak sudah besar, di atas 6 – 7 tahun, aturan tersebut dapat didiskusikan kepada anak untuk disepakati bersama dengan anak supaya mereka lebih mengerti. Orang tua tetap pemegang otoritas dalam mengambil keputusan dan menetapkan aturan.

V.Contoh Aturan / Konsekuensi di rumah

Aturan

1. Aturan bangun pagi/tidur malam

* Baca Alkitab

* Doa

* Bereskan ranjang

* Gosok gigi

2. Aturan Makan

* Cuci tangan dan doa sebelum makan

* Siapkan sendok piring

* Duduk rapi

* Mengambil kerupuk (atau makanan tertentu) harus minta izin

* Memungut nasi yang dijatuhkan sendiri

* Menggunakan garpu dan bukan tangan

* Mengambil secukupnya

* Mempersilakan Ayah/Bapak terlebih dulu

3. Aturan Mandi

* Letakkan pakaian kotor di ember cucian

* Matikan lampu setelah selesai mandi

* Letakkan handuk di tempat gantungan

4. Aturan Main

* Bereskan mainan setelah selesai

* Main komputer bergantian

* Menonton VCD harus minta izin

* Belajar dulu baru boleh menonton VCD

* Naik sepeda tidak boleh keluar dari jalan utama

* Jika dipanggil pulang dari main di luar, harus segera

5. Aturan jika ada tamu datang

* Memberi salam

* Tidak teriak-teriak jika sedang main

* Tidak memotong pembicaraan

Jika Anak masih melakukan pelanggaran, konsekuensinya adalah :

* KEHILANGAN HAK MAIN, NONTON, NAIK SEPEDA, DLL……..

JANGAN LUPA MEMUJI ANAK JIKA IA MENUNJUKKAN

SIKAP BERTANGGUNG JAWAB


Tugas bersama dengan pasangan anda adalah :

1. Diskusikan apa yang akan anda perbaikiu supaya anak belajar bertanggung jawab, baik terhadap kebebasan yang dinikmatinya maupun tugas/tanggung jawab dia sebagai anak.

2. Diskusikan pula apa kebebasan yang diberikan kepada anak terlalu besar, sehingga anak sulit diatur. Atau di rumah tidak ada aturan yang jelas untuk anak, sehingga konflik anak-orang tua sering terjadi.

3. Tetapkan aturan yang perlu untuk anak di rumah dan harapan oranmgtuanya. Puji bila dapat melakukan dengan baik dan berikan konsekuensinya jika ia melanggarnya.



Bagian 6.

Membangun Ketaatan


Ketaatan adalah karakter utama yang diperlukan dalam diri anak agar ia dapat secara maksimal mencapai panggilan dan rencana Tuhan dalam hidup mereka.

Adalah tanggung jawab orang tua untuk membangun karakter ketaatan ini dalam diri anak lahir memiliki kecenderungan tidak mau diatur.

Ketika anak masih kecil, mereka menunjukkan sikap menghargai pada otoritas melalui ketaatan. Ketika usianya semakin bertambah, ketaatan seorang anak diharapkan berkembang menjadi kerelaan untuk menundukkan diri pada orang tua, bukan sekedar aturan atau terpaksa.

Ketaatan tidak hanya melindungi anak dari hal-hal buruk yang dapat terjadi dalam hidupnya, tetapi juga kunci untuk anak dapat sepenuhnya melakukan apa yang orang tua harapkan/ajarkan.

Apabila anak tidak taat , semua usaha orang tua dalam mendidik anak akan tidak maksimal bahkan bisa gagal. Semakin dini kita melihat betapa pentingnya ketaatan , semakin kita termotivasi untuk mengajarkannya pada anak-anak kita. Kuncinya adalah apakah orang tua memiliki standar yang jelas untuk diajarkan kepada anak.

Mengapa Ketaatan begitu penting?

1. Ketaatan adalah perintah Tuhan

2. Ketaatan mendatangkan kebahagiaan dan panjang umur.

Orang tua adalah wakil Tuhan , diberi otoritas oleh Tuhan untuk memerintah atas anak. Tanggung jawab orang tua adalah menghasilkan anak yang taat dan hormat. Ini menentukan berkat atau kutuk atas kehidupan anak.

JIKA ANDA SUNGGUH MENGASIHI ANAK ANDA,

DIDIKLAH MEREKA, MAKA ANDA DAN ANAK ANDA

AKAN MENERIMA BERKAT YANG TUHAN JANJIKAN

Mengharapkan Ketaatan dengan cara yang salah.

1. Mengajarkan terus menerus

2. Memberi Pujian untuk instruksi yang dikerjakan

3. Memberi nasehat terus menerus

4. Bersabar di tengah konflik

Mengajarkan ketaatan dengan cara yang salah akan menghasilkan ketaatan yang palsu maupun pemberontakan tersembunyi dalam hati anak.

Melatih Ketaatan Anak dengan Benar.

1. Ketaatan itu bukan sekedart harus tetapi dapat lahir dari hati anak. Melatih anak taat membutuhkan usaha yang berulang-ulang dan dalam situasi non konflik.

TAAT artinya : DENGAN SEGERA DAN SENANG HATI MELAKUKAN PERINTAH DARI ORANG YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KITA.

2. Memberi instruksi dengan benar dan memberi pengarahan dalam mengharapkan anak untuk taat.

*Ketika memberikan instruksi, jangan sekali-kali memberi instruksi yang memaksakan kehendak anda maksudkan untuk anak segera mentaati.

*Pastikan apakah instruksi anda dilaksanakan oleh anak dengan benar. Anak cepat belajar merespon sesuatu, oleh karena itu ketika memberikan instruksi Orang tua yang berharap banyak dalam hal ketaatan anak, akan juga mendapat banyak. Sebaliknya orang tua yang berharap sedikit akan mendapat sedikit.

* Peringatan 5 Menit.

3. Mengajarkan prinsip keseimbangan

Anak yang sudah diwarnai ketaatan perlu diajarkan untuk “mengajukan banding” jika ia merasa instruksi orang tuanya tidak tepat untuk ia taati segera, karena orangtua dapat berbuat kesalahan misalnya memberi instruksi tanpa memperhitungkan kondisi dan situasi anak.

4. Memberi aturan yang jelas.

Anak tidak merasa aman jika tidak ada aturan yang jelas mengarahkan hidup mereka dan melindungi mereka dari hal-hal yang jahat. Anak juga sulit taat jika aturan tidak jelas untuk mereka.

5. Memberi prinsip kebenaran kepada anak dalam ketaatan.

Orang tua hanya dapat menanamkan kebenaran dalam hati anak sejauh kebenaran yang mereka hidupi/jalankan.

6. Memberi pujian kepada anak ketika ia menunjukkan ketaatan yang benar.


Mengapa anak sulit untuk Taat?

1. Faktor Orang Tua

* Orang tua yang permisif sehingga anak diberi terlalu banyak kebebasan. Anak boleh memilih apa yang ia inginkan. Kurang adanya aturan atau batasan terhadap diri anak baik di rumah maupun di luar rumah.

* Orang tua yang otoriter sehingga anak taat karena takut bukan karena mengerti prinsip ketaatan.

* Orang tua yang overprotektif sehingga ketika anak mulai besar, ia memilih untuk melakukan menurut caranya.

* Ayah dan Ibu berbeda dalam standar (standar ganda) ketika mendidik anak.

2. Faktor Anak

* Anak tidak mendapat perhatian dan kasih yang cukup. Orangtua terlalu sibuk untuk membangun hubungan dengan anak dan untuk menjawab kebutuhan emosinya.

* Anak menyimpan luka, kekecewaan, kepahitan, atau kemarahan dalam hatinya.

* Anak belum percaya kepada Tuhan dan akibat dosa yang ia perbuat.

3. Faktor lingkungan

* Pergaulan

* Media

Memulihkan anak yang memberontak/sulit untuk taat

1. Suami Istri sehati dan selalu berdoa memohon petunjuk Tuhan

2. Membina hubungan dengan anak kita agar

mereka belajar untuk menerima kita sebagai otoritas yang mengasihi, melindungi dan bertanggung jawab dalam hidupnya.

3. Jangan takut konflik

Setiap anak memiliki keinginan sendiri . Ketika keinginan anak berbenturan dengan keinginan orang tua, terjadilah konflik.

Orang tua jangan menghindari konflik tetapi melihat konflik sebagai kesempatan supaya anak berubah. Kesempatan untuk melatih anak belajar menahan diri, taat pada perintah orang tua.

Cara yang salah dalam menghadapi konflik dengan anak yang tidak taat dapat berupa :

- menyogok, ancaman, manipulasi perasaan anak, mengalihkan perhatian dan membohong.

Cara yang benar adalah :

- Orang tua harus menggunakan otoritasnya dan memberi konsekuensi/hukuman supaya anak memilih untuk taat melakukan kehendak orang tua daripada tetap terus memberontak. Orang tua harus sungguh-sungguh membereskan masalah pemberontakan anak karena pemberontakan adalah dosa dihadapan Tuhan.

4. Libatkan pembina/guru sekolah (bila memungkinkan)

Tugas :

1. Diskusikan dengan pasangan anda : apakah anda termasuk orang tua yang mengharapkan ketaatan anak dengan cara yang salah? apakah yang akan anda lakukan supaya anak anda dapat taat dengan cara yang benar? atau jika anak anda termasuk anak yang taat, bagaimana anda melatihnya?

2. Diskusikan dengan pasangan anda : faktor apakah yang menbuat anak anda sulit taat. Apakah faktor orang tua, anak, atau lingkungan (media dan pergaulan)?

3. Apa yang akan anda lakukan sebagai orang tua/guru/pembina untuk mendidik anak-anak agar mereka dapat hidup taat Tidak hanya terhadap manusia tetapi juga kepada Tuhan?



Bagian 7.

Identitas Keluarga

I. Pendahuluan

Menjadi sebuah keluarga yang kuat dan bahagia bukanlah terjadi dengan begitu saja, tetapi adalah akibat dari sebuah usaha yang dilakukan oleh orang tua secara sengaja, berencana dan konsisten.

Ada 6 (enam) faktor yang membuat sebuah keluarga menjadi kuat (Penelitian Dr. Stinnet, Amerika) yaitu :

1. Memiliki komitmen untuk membangun keluarga
2. Menyediakan waktu bersama’
3. Mempunyai komunikasi yang baik dalam keluarga
4. Menghargai satu sama lain
5. Memiliki komitmen terhadap perkara rohani
6. Dapat menyelesaikan masalah dalam sebuah konflik

Keluarga yang kuat biasanya memiliki niai-nilai keluarga yang jelas, dipegang bersama oleh orang tua maupun oleh anak. Nilai-nilai itu adalah “Identitas Keluarga”.

II. Bagaimana membangun Identitas Keluarga

Nilai-nilai dalam keluarga perlu memiliki akar yang berasal dari tuntunan Agama. Ketika tuntunan Agama tersebut dipraktekkan sebagai gaya hidup, itu menjadi identitas keluarga, yang dapat dilihat oleh orang lain.

Ketika anak tumbuh menjadi dewasa, hidup mereka akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai luhur keluarga, sehingga ketika orang lain melihat hidup mereka, orang lain akan diberkati.

III. Kebenaran tentang Sosok Ayah

1. Ayah adalah pemimpin/ kepala dalam keluarga
2. Ayah adalah Imam dalam keluarga
3. Ayah adalah seorang guru
4. Ayah adalah seorang pelatih

IV. Kebenaran tentang Sosok Ibu

1. Ibu adalah Penolong bagi anak-anaknya
2. Ibu adalah Pengatur Rumah Tangga
3. Ibu adalah Pendidik

Oleh karena itu, ada baiknya anda coba renungkan andaikata seseorang masuk ke rumah anda, identitas keluarga anda yang seperti apa yang dapat dilihat atau dirasakan oleh tamu anda.

Selain itu, bagaimana anda dan pasangan anda dapat menerapkan “kebenaran tentang sosok ayah” maupun “ibu” dalam kehidupan anda.

Hindari kritik maupun pemaksaan kepada pasangan anda, tetapi berikan kata-kata yang memberi semangat dalam mempraktekkan kebenaran yang sudah diketahui oleh pasngan anda.



AKU SEHAT, Sekolahku Sehat, Prestasiku meningkat

Salam untuk para siswa/i…..

Melalui tulisan ini mari kita bersama-sama tingkatkan kemampuan siswa/i untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mewujudkan sekolah sehat.

Pesan-pesan yang akan disampaikan mengenai :

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
2. Tidak Merokok
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Tidak jajan disembarang tempat
5. Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah
6. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Kebiasaan perilaku yang dilakukan oleh setiap siswa, guru, penjaga sekolah , petugas kantin sekolah, orang tua siswa, dll yang dengan kesadarannya untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam menjaga lingkungan sehat di sekolah.

Apa saja yang termasuk dalam PHBS di sekolah?

PHBS yang dapat diterapkan di sekolah diantaranya :

1. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
2. Jajan di kantin sekolah yang sehat
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
5. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.
6. Bebaskan dirimu dari asap rokok
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah

AYO KITA TERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH

==========================================================


VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 2)

Bagaimana cara memberantas jentik ?

Dengan melakukan cara 3 M yaitu :

Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air

Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain.

Bagaimana melakukan pemeriksaan jentik berkala?

Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik

Jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan pemberantasan jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya

Memeriksa hasil pemeriksaan jentik

Kapan dilakukan pemeriksaan jentik berkala dan 3M?

Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3 M dilakukan secara teratur setiap minggu (satu hari dalam satu minggu) di sekolah.

Apa saja Plus Cara lainnya?

1. Mengganti air vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali

2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak

3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan lain-lain misalnya dengan tanah.

4. Membersihkan/mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekarangan, kebun, dan lain-lain.

5. Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (abate atau lainnya) ditempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.

6. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

7. Memasang kawat kasa di sekolah.

8. Pencahayaan dan ventilasi

9. Menghindari gigitan nyamuk : dengan menggunakan obat nyamuk (bakar, oles/gogok, elektrik) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk.

Dengan menghindari gigitan nyamuk, dapat mencegah terkena penyakit Malaria dan Kaki Gajah (filariasis)

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



I. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun

Mengapa kita harus mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun?

a. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit.Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan peyakit antara lain mencret/diare, cacingan, Typhus, Flu Burung, dll.
b.Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
c. Oleh karena itu biasakan cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun agar tangan bersih dan sehat.


Bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar?

a. Basahi tanganmu terlebih dahulu dengan air yang mengalir. Air yang mengalir dapat diperoleh dari air kran, air dalam ember yang dituang dengan menggunakan gayung.

b. Gosokkan tangan dengan sabun secara benar ke semua bagian tangan dan jari-jari selama 10 – 15 detik, terutama untuk membersihkan bagian bawah kuku, antara jari-jari , telapak dan punggung tangan.

c. Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir

d. Keringkan tangan dengan handuk bersih atau kertas tisu atau diangin-anginkan.


Kapan sebaiknya kita mencuci tangan?

a. Sebelum dan setelah makan

b. Sebelum memegang makanan

c. Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari-jari ke dalam mulut atau mata

d.Setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB)

e. Setelah buang ingus, sampah

f. Setelah bermain dengan hewan/unggas termasuk hewan peliharaan

g. Sebelum memasukkan dan mengeluarkan lensa kontak

h. Sebelum mengobati luka

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



II. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

Apa manfaat jajanan sehat?

Jajan adalah makanan yang dibeli dan dikonsumsi dari luar rumah, misalnya jajan di kantin sekolah. Jajanan sehat mengandung gizi seperti kalori, protein dan vitamin, meskipun kandungan kalori cenderung lebih banyak.

Jajanan yang dapat menjadi sumber kalori , misalnya bakwan, getuk, gemblong, kroket, klepon, pisang goreng, singkong dan lain-lain. Jajanan yang dapat menjadi sumber kalori dan protein, misalnya bakso, gado-gado, bihun goreng,lemper dan lain-lain.

Jajan tidak selalu merupakan kebiasaan yang buruk karena anak-anak sekolah punya aktivitas yang tinggi sehingga memerlukan jajan diantara waktu makan pagi dan makan siang.

Jajanan akan mengatasi rasa lesu atau kurang bergairah selama anak berada di sekolah dan sebagai upaya pengenalan terhadap aneka ragam makanan.

Mengapa kita harus jajan di kantin sekolah ?

Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi, terjamin kebersihannya, terbebas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus.

Makanan yang bergizi akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa. sehingga siswa menjadi lebih berprestasi di sekolah.

Penjaja makanan berpenampilan bersih dan sehat.

Tersedianya air bersih yang mengalir dan memakai sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makanan.

Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor.

Adanya pengawasan terhadap kantin sekolah secara teratur oleh guru, siswa dan komite sekolah.


Mengapa kita tidak boleh jajan sembarangan?

Bila jajan sembarangan , kita tidak dapat memastikan apakah jajanan tersebut bersih , bergizi, sehat dan aman.

Jajanan yang tidak terjamin kebersihannya bisa saja sudah tercemar kuman sehingga menyebabkan penyakit diare atau disentri, atau pada makanan tersebut ada telur cacing yang menyebabkan penyakit cacingan.

Jajan sembarangan tidak aman karena kita tidak tahu apakah bahan makanan tambahan yang digunakan seperti zat pewarna, zat pengawet, bumbu penyedap apakah aman bagi kesehatan kita.

Oleh karena itu berhati-hatilah dengan jajanan yang berwarna mencolok.Zat pewarna alami seperti daun pandan , kunyit, bit, dsb. biasanya menimbulkan warna yang pudar pada makanan sehingga jajanan terlihat kurang menarik.

Penjaja makanan cenderung menggunakan zat pewarna kain karena murah sedangkan zat pewarna yang aman bagi kesehatan biasanya mahal.

Bahan makananan tambahan yang tidak aman dapat menjadi racun bagi tubuh. Reaksi yang ditimbulkan oleh keracunan makanan bisa seperti muntah , diare bahkan syok.


Maka berhati-hatilah dan waspada akan akibat jajan sembarangan , karena kita bisa sakit perut terkena diare dan cacingan juga bisa muntah karena keracunan.

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



III. MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA


Mengapa kita harus membuang sampah di tempatnya?

Sampah adalah sarang kuman dan bakteri penyakit. membuang sampah pada tempatnya menghindari tubuh supaya tidak tertular penyakit, juga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.


Akibat membuang sampah sembarangan.

a. Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang serangga dan tikus.

b. Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara.

c. Sampah menjadi sumber dan tempat hidup

d. Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.


BUANG SAMPAH DITEMPATNYA YAA…..



Karena sampah dapat menjadi sumber penyakit

Sampah yang dibuang sembarangan akan mengotori lingkungan sekolah dan tidak sedap dipandang mata.

Oleh karena itu kita perlu memilah-milah sampah.

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam.

Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu

Sampah dibagi atas : Organik, An Organik, dan Sampah Berbahaya


1. Sampah Organik/Basah

Mengalami pembusukan secara alami.
Contoh : daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah.


2. Sampah An Organik/ Kering

Tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
Contoh : Logam, Besi, Kaleng, Kertas, Plastik, Karet atau botol

3. Sampah berbahaya

Contoh : baterai, botol obat nyamuk, jarum suntik bekas, botol sisa kimia, atau pecahan kaca.


Pesannya : Kalau buang sampah dipilah dulu ya……

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



IV. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah

AYO KITA BEROLAHRAGA SECARA RUTIN….


Tujuan Olahraga secara rutin adalah :

1. Agar tubuh kita selalu bugar

2. Kita menjadi semangat untuk belajar

3. Untuk memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit

4. Untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal


Manfaat Olah raga secara rutin adalah :

Berat badan terkendali

Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat

Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional

Lebih percaya diri

Lebih bertenaga dan bugar

Daya tahan tubuh terhadap penyakit lebih baik

Terhindar dari penyakit Jantung, Stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dll.

AYO KITA BEROLAHRAGA SECARA RUTIN…..

Agar tubuh kita tumbuh sehat kuat dan bugar……….

Kita jadi semangat belajar………


Ikuti cara olahraga yang benar ya…..

1. Pakai pakaian olah raga yang menyerap keringat

2. Pakai sepatu olah raga yang sesuai ukuran kaki

3. Lakukan pemanasan sebelum berolah raga

4. Pilih olah raga yang sesuai arahan guru seperti main bola, bulutangkis, kasti, basket atau permainan mengasyikkan lainnya.

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



V. Menimbang Berat Badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan.

Mengapa perlu mengetahui berat badan dan tinggi badan kita?

Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan , berarti siswa dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan badan serta status gizi (gizi kurang. gizi baik atau gizi lebih)

Dengan mengamati pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dari waktu ke waktu, dapat diketahui perkembangan kesehatannya.


Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa?

Pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan siswa di Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah (KMS-AS) secara teratur setiap 6 bulan akan memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa (kekurangan gizi, kegemukan atau gizi baik).

Anak dengan status gizi baik akan tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usia.

Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi kurang?

1. Siswa tampak kurus
2. Tidak segar, tidak ceria
3. Tidak bergairah/ malas melakukan aktifitas
4. Cenderung sering sakit


Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi lebih?

1. Siswa tampak gemuk
2. Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang
3. Tidak dapat bergerak bebas
4. Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
5. Mudah lelah
6. Malas melakukan kegiatan

Bagaimana tanda-tanda siswa dengan gizi baik?

1. Tumbuh normal
2. Segar, kuat, giat dan ceria
3. Mata bersih dan bersinar
4. Nafsu makan baik


Anjuran :


“Untuk tumbuh sehat , makan cukup dengan menu seimbang dan bervariasi”

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



VI.Bebaskan dirimu dari asap rokok

Zat apa saja yang ada dalam rokok?

Dalam 1 batang rokok mengandung 4000 bahan kimia dan 43 senyawa tersebut terbukti menyebabkan kanker. Bahan utama rokok terdiri dari nikotin, tar dan karbon monoksida (CO).

1. Nikotin dapat merusak jantung dan aliran dalam darah terganggu seperti terjadinya penyempitan pembuluh darah , denyut jantung meningkat, pembuluh darah mengeras dan terjadinya penggumpalan darah. Nikotin menyebabkan perokok menjadi kecanduan.
2. Tar merupakan bahan kimia beracun yang dapat mengakibatkan kerusakan sel paru-paru dan menyebabkan kanker, terutama kanker paru.
3. Karbon monoksida, merupakan gas beracun yang berakibat pada kurangnya kemampuan darah membawa oksigen sehingga mengakibatkan otak, jantung dan organ tubuh yang penting menjadi kekurangan oksigen.

Apa saja bahaya merokok

1. Dapat menderita kanker paru, kanker mulut, kanker organ tubuh yang lainnya, penyakit jantung dan pembuluh darah, batuk-batuk yang menahun (kronik), kelainan kehamilan, katarak, kerusakan ginjal, kerusakan gigi, kehilangan pendengaran, tulang mudah patah, dll.
2. Selain dapat menyebabkan penyakit juga memberikan pengaruh pada pikiran, perasaan dan tingkah laku perokok seperti menjadi ketagihan, kemudian ketergantungan pada rokok tinggi.

Rokok mengandung racun yang berbahaya yaitu :

Cadmium (bahan baterai), Steanic Acid (bahan Lilin), Tolune (buangan Industri), Nikotin (Insektisida), Amonia (cairan pembersih toilet), Cat, Metanol (bahan bakar roket), Karbonmonoksida ( gas buangan mobil), Arsenic yang sangat mematikan, Metan, Acetic Acid, dan Butane (bahan bakar pemantik).



Apa yang dimaksud dengan perokok aktif dan pasif?

Perokok Aktif adalah orang-orang yang mengisap rokok secara rutin dengan jumlah yang paling kecil sekalipun, misalnya merokok 1 batang dalam sehari atau merokok karena sekedar coba-coba saja, atau merokok hanya menghembus-hembuskan asap rokok.

Sementara Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi menghisap asap rokok orang lain atau berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.

Perokok pasif dapat menderita penyakit sama dengan yang diderita oleh perokok aktif dan bahkan lebih berbahaya dari perokok aktif karena tidak adanya kekebalan tubuh yang terbentuk dalam tubuh perokok pasif saat racun asap rokok masuk ke dalam tubuh.


Bagaimana supaya kita terhindar dari merokok?

1. Jangan pernah mencoba untuk merokok
2. Jangan mau terbujuk oleh rayuan untuk merokok
3. Berani bilang TIDAK kalau ada yang menawari kita merokok
4. Katakan TIDAK MAU kalau ada yang mengajak merokok
5. TEGUR kalau ada yang merokok di sekolah
6. Katakan TIDAK BOLEH kepada penjual rokok di sekitar sekolah
7. Pilih dan bergaulah dengan teman yang tidak merokok.



(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 1)


Apa yang dimaksud dengan memberantas jentik di sekolah?

Kegiatan memeriksa dan membersihkan tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di sekolah agar terbebas dari jentik nyamuk.


Mengapa perlu memberantas jentik di sekolah?

Agar siswa terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan kaki gajah.

Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat.


Bagaimana siklus hidup nyamuk?


Telur – Jentik – Kepompong – Nyamuk


Telur

Setiap kali bertelur, nyamuk betina dapat mengeluarkan telur sebanyak 100 butir

Telur Aedes Aegypti berwarna hitam dengan ukuran 0,8mm

Telur ini ditempat yang kering (tanpa air) dapat bertahan sampai 6 bulan

Telur itu akan menetas menjadi jentik dalam waktu lebih kurang 2 hari setelah terendam air.


Jentik

Jentik kecil yang menetas dari telur itu akan tumbuh menjadi besar yang panjangnya 0,5 – 1 cm

Jentik Aedes Aegypti akan selalu bergerak aktif dalam air. Geraknya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas (mengambil udara) kemudian turun, kembali ke bawah
dan seterusnya.

Pada waktu istirahat, posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada di sekitar dinding tempat penampungan air.

Setelah 6 – 8 hari jentik itu akan berkembang /berubah menjadi kepompong


Kepompong

Berbentuk seperti koma

Gerakannya lamban

Sering berada di permukaan air

Setelah 1-2 hari akan menjadi nyamuk dewasa



Dimanakah tempat perkembangbiakan jentik nyamuk?

1. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari seperti drum, tangki reservoir, bak mandi/WC, ember, dan lain-lain.
2. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari seperti : tempat minum burung, vas bunga, kaleng, botol, plastik, dan lain-lain
3. Tempat penampungan air alamiah seperti lubanng pohon, lubang batu, pelepah daun, dan lain-lain

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



VII. Memberantas Jentik di sekolah (bagian 2)

Bagaimana cara memberantas jentik ?

Dengan melakukan cara 3 M yaitu :

Menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali.

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air

Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain.


Bagaimana melakukan pemeriksaan jentik berkala?

Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik

Jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan pemberantasan jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya

Memeriksa hasil pemeriksaan jentik


Kapan dilakukan pemeriksaan jentik berkala dan 3M?

Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3 M dilakukan secara teratur setiap minggu (satu hari dalam satu minggu) di sekolah.


Apa saja Plus Cara lainnya?

1. Mengganti air vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu sekali

2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak

3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu, pohon dan lain-lain misalnya dengan tanah.

4. Membersihkan/mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan di pekarangan, kebun, dan lain-lain.

5. Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (abate atau lainnya) ditempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air.

6. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

7. Memasang kawat kasa di sekolah.

8. Pencahayaan dan ventilasi

9. Menghindari gigitan nyamuk : dengan menggunakan obat nyamuk (bakar, oles/gogok, elektrik) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk.

Dengan menghindari gigitan nyamuk, dapat mencegah terkena penyakit Malaria dan Kaki Gajah (filariasis)

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)



VIII. Buang Air kecil dan Buang Air Besar (BAB) di Jamban Sekolah

Mengapa harus memakai Jamban saat buang air kecil dan buang air besar?

1. Untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih, sehat dan tidak berbau
2. Supaya tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya
3. Agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, peyakit kulit dan keracunan.


Bagaimana jamban yang sehat itu?

1. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
2. Tidak berbau
3. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus
4. Tidak mencemari tanah sekitarnya
5. Mudah dibersihkan dan aman digunakan
6. Dilengkapi dinding dan atap pelindung
7. Penerangan dan ventilasi cukup
8. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
9. Tersedia air, sabun dan alat pembersih


Bagaimana cara menggunakan jamban dengan benar?

1. Buang Air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) du jambang, dengan benar, yaitu bila menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki/alas kaki akan mengotori jamban.

2. Menyiram hingga bersih setelah buang air kecil dan buang air besar
3. Membuang sampah pada tempatnya , agar jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah
4. mengingatkan siswa/i dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan memastikan jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

Bagaimana cara memeliharanya ?

1. Membersihkan lantai jamban dan menghindari terjadi genangan air
2. Membersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih dan tidak ada kotoran di dalam jamban, tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran
3. Selalu tersedia alat pembersih (sabun, sikat dan air bersih)
4. Apabila ada kerusakan segera diperbaiki

(Sumber : Pusat Promosi Kesehatan – Departemen Kesehatan RI)-ilmci




 

RAJIN PANGKAL PANDAI Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates