
Menurut dr Yuda Turana SpS, hipertensi adalah pemicu utama stroke, terutama stroke sumbatan. Jika tekanan darah seseorang sangat tinggi, serangan stroke umum mengikuti. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan stroke akibat hipertensi dapat diminimalisir asalkan diterapi aktif.Angka stroke meningkat pada pasien yang memiliki kadar kolesterol di atas 240 mg/dl. Tiap kenaikan kolesterol 38.7 mg/dl, maka potensi terserang stroke juga meningkat 25%. Namun, kenaikan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik 1 mmol setara 38,7 mg/dl menurunkan risiko stroke 47%.
Gejala stroke antara lain, mati rasa atau tiba-tiba merasa lemah di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh saja. Gejala lain yaitu pandangan tiba-tiba buram, sulit berbicara, bingung, clan kehilangan keseimbangan saat berjalan. Gejala-gejala itu bervariasi tergantung jenis stroke yang dialami—sumbatan atau pendarahan, lokasi stroke Berta tingkat keparahannya.
Stroke juga dapat terjadi tiba-tiba maupun bertahap selama beberapa jam dengan gejala awal tubuh terasa lemas diikuti tangan atau kaki yang tak bisa digerakkan. Namun, makin lama salah satu tangan atau kaki tidak bisa digerakkan. Celakanya, sebagian orang menganggap sepele gejala stroke ringan dan salah mengartikannya dengan gejala penuaan.

