Dari penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru, di dalam diri terjadi proses yang berurutan, yakni :
a. Awareness (Kesadaran) yaitu orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus ( objek ) terlebih dahulu.
b. Interest, yaitu orang mulai tertarik kepada stimulus.
c. Evaluation, yaitu menilai baik atau tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik
d. Trial, yaitu orang telah mulai mencoba perilaku baru.
e. Adoption, subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau kuesioner yang berisi materi yang ingin diukur dari responden, kedalam pengetahuan yang kita ingin ukur dapat disesuaikan dengan tingkatan- tingkatan diatas (Notoatmodjo, 2003).
Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor pokok yaitu faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan sebagai faktor usaha intervensi perilaku harus diarahkan pada ketiga faktor tersebut.
Pengetahuan gizi merupakan pemahaman seseorang tentang gizi, meliputi sumber bahan makanan bergizi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Tidak adanya informasi yang memadai akan mengurangi kemampuan untuk menerapkan informasi gizi (Suhardjo, 1989). Pendidikan gizi merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan status gizi masyarakat untuk jangka panjang. Melalui sosialisasi dan penyampaian pesan-pesan gizi yang praktis akan membentuk suatu keseimbangan bangsa antara gaya hidup dengan pola konsumsi masyarakat. Pengembangan pedoman gizi seimbang baik untuk petugas maupun masyarakat adalah salah satu strategi dalam mencapai perubahan pola konsumsi makanan yang abadi masyarakat dengan tujuan akhir tercapainya status gizi masyarakat yang lebih baik (Susiloratni, 2002)
