Selamat Datang Di Blog e-edu
Masuk Klik Di sini
Masuk Klik Di sini

Jumat, 23 Maret 2012

Mengapa Donat Berlubang ?

Asal muasal yang pasti tentang mengapa donat memiliki lubang diengah masih menjadi misteri dan topik mi masih kontroversi sehingga kami pernah dua kali terjebak di tengah silang pendapat yang panas di antara para pembuat kue dan roti profesional dalam acara bincang-bincang radio. Dengan demikian ada satu hal yang harus kita jernihkan dahulu: di sini kami tidak memberikan jawaban yang pasti, cuma pandangan yang kebetulan hampir senada.

Kue yang digoreng sudah ada hampir di setiap budaya. “Donat prasejarah”—kue goreng berlubang yang sudah membatu—telah ditemukan di antara artefak-artefak peninggalan scbuah suku Indian primnitif. Kendatipun demikian para pemukim asal Belanda di Amerika biasa dihubungkan dengan kepopuleran kue goreng (tak berlubang) di Amerika, yang mereka sebut “kue berminyak” atau olykoeks.

Washington Irving, ketika menulis tentang masa kolonial di New York, bercerita tentang “sepiring bola-bola dan adonan manis yang digoreng dalam lemak habi, yang disebut doug nuts atau oly koeks.” Kue goreng menjadi populer di New York dan New England sehingga kedai-kedai yang mengkhususkan diri menyajikan penganan ini bersama kopi yang baru diseduh segera bermunculan.

Di tahun 1673, toko pertama yang menjual kue goreng siap santap dibuka oleh Anna Joralemon di New York. Nyonya Joralemon ini memiliki tubuh dengan bobot sekitar seratus kilogram dan karena itu ia mendapatkan julukan akrab “the Big Dougnut.”

Sosok laki-laki yang biasanya dikaitkan dengan “penemuan” lubang donat betul-betul tidak memiliki urusan dengan kue—seorang kapten pelaut bernama Hanson Gregory. Alkisah, Kapten Gregory sedang memegang kemudi di anjungan kapalnya, dan baru akan memakan sepotong kue goreng, ketika badai mengancam.

Gregory, terpaksa menggunakan kedua belah tangannya untuk mempertahankan arah kapal. Secara spontan ia menghujamkan kue yang sedang dipegangnya ke salah satu jari-jari roda kemudi. Terkesan dengan kreasinya, Gregory menyuruh koki kapal membuat roti goreng dengan lubang tepat di tengah.

Banyak legenda lain yang juga beredar seputar asal-usul donat berlubang. Seseorang dan Plymouth, Massachusetts, mengajukan teori bahwa donat berlubang pertama diciptakan ketika, di abad ketujuh belas, seorang pahlawan Indian mabuk rnenembakkan panahnya ke sebuah jendela dapur. Di sana anak panah itu menembus adonan yang siap digoreng, tepat di tengahnya. Lucu juga cerita dan Plymouth mi.

Entah darimana pun asal-usul lubang dalam kue donat, kami mendapati bahwa para ahli kue tidak sepakat soal perannya dalam membuat donat bermutu. Tentu saja, donat yang baik dapat dibuat tanpa lubang di tengahnya.


Thomas A. Lehmann, direktur urusan kue di American Institute of Baking, bercerita kepada kami bahwa donat yang dibuat mengembang menggunakan ragi dapat dibuat dengan mudah sekali tanpa lubang dan sebagai contohnya ia menunjuk bismarck, atau donat isi jeli.

Kendatipun demikian, tambah Lehmann, jika bismarck digoreng di permukaan, sama seperti ketika orang menggoreng donat ragi konvensional, donat tanpa lubang akan cenderung terlalu mengembang, akibatnya donat berubah menjadi seperti bola. Itu sebabnya kebanyakan tukang donat lebih menyukai menggoreng menggunakan panci dengan minyak banyak (istilah bahasa lnggrisnya submersion atau deep-frying), yang memberikan hasil akhir lebih seragam, lebih simetris.

Cake doughnut, yang adonannya menggunakan pengembang dan bahan kimia, juga dapat dibuat tanpa lubang, namun banyak ahli percaya bahwa tanpa lubang ada sesuatu yang hilang. Glenn Bacheller, direktur pemasaran Dunkin’ Donuts, menjelaskan mengapa lubang itu penting:

“Pada donat tanpa lubang, panas tidak menembus adonan secepat pada donat dengan lubang sehingga bagian dalam donat cenderung bertekstur seperti adonan. Satu-satunya cara mencegahnya adalah menggoreng donat lebih lama, akibatnya bagian luar donat terlalu matang.” Barangkali inilah alasan yang lebih masuk akal.

Nah, sekarang kita tahu penyebab donat itu berlubang. Ikuti terus seri artikel “Apa dan Mengapa” lainnya yang pasti akan menambah wawasan anda.

0 komentar to “Mengapa Donat Berlubang ?”

Posting Komentar

 

RAJIN PANGKAL PANDAI Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates