Untuk mengatasi malaria, Drupadi menjalani opname selama sepekan di Mimika. Ketika itulah ia mendapat suntikan antiplasmodium. Setelah kondisi membaik, perempuan 40 tahun itu pulang ke Jakarta. Namun, beberapa hari kemudian ia kembali menggigil. Itulah sebabnya ia bergegas memeriksakan diri ke dokter pads 31 Januari 2011. Tiga kali hasil tes membuktikan bahwa ia positif HIV-AIDS dengan CD4 hanya 69.
Dokter memberikan dua jenis tablet antiretroviral untuk mengatasi virus anggota famili Retroviridae itu. Namun, Drupadi enggan mengonsumsi tablet itu. “Pokoknya herbal,’ kata Drupadi. Alasannya herbal lebih aman terhadap organ tubuh. Sejak belia saat tumbuh di Jawa Tengah bagian timur, ia memang terbiasa mengonsumsi herbal untuk menjaga kesehatan. Menurut Franklin Leyder yang 18 tahun terakhir menangani penderita HIV-AIDS, antiretoiviral mengganggu organ lain seperti ginjal.
Selain itu, pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi antiretroviral paling pol hanya bertahan hidup 3 tahun. Untuk mencari herbal anti-HIV/AIDS, Drupadi berselancar di dunia maya hingga dini hari, pukul 03.00. Ketika itulah ia menemukan informasi bahwa kulit manggis mujarab mengatasi HIV-AIDS. Drupadi girang bukan main. “Saya seperti mendapat durian runtuh,” katanya dengan kedua bola mata berbinar. Setelah tidur sejenak, pagi itu ia memacu motor ke Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membeli buah manggis.
Harap mafhum di sekitar rumahnya, ia tak mendapati penjual buah Garcinia mangostana. Drupadi membeli total 15 ikat buah anggota famili Clusiaceae itu. “Kebetulan anak saya suka manggis,” kata ibu dua anak yang beranjak dewasa itu. la menjemur kulit queen of fruit alias ratu buah ( manggis ) hingga kering, lalu merebus kulit dua buah manggis dalam dua gelas air hingga mendidih, dan tersisa segelas. Air rebusan itu yang ia minum tiga kali sehari.
Antioksidan tinggi
Selama lima bulan , ia rutin mengonsumsi rebusan kulit buah anggota famili Clusiaceae itu. Namun,karena menganggaptak praktis, ia beralih ke olah kulit manggis siap konsumsi yang kini banyak beredar di pasaran. Pada bulan Agustus 2011, ia memeriksakan diri ke dokter dan CD4 membubung hingga 800. Hanya dalam tiga bulan, CD4 Drupadi melambung. “Dalam kamus kedokteran, belum ada lonjakan CD4 sesignifikan itu. Paling hanya 100.” kola Franklin.
Drupadi berencana memeriksakan kadar CD4 pada awal Oktober 2011. Pengalaman Franklin mendampingi para pasien HIV-AIDS yang mengonsumsi jus kulit manggis. kadar CD4 mencapai 1.500 dalam 6-8 bulan; Drupadi baru 5 bulan rutin minum rebusan kulit manggis dan jus. Syaratnya pasien menghindari stres dan mencegah konsumsi daging, susu formula, dan goreng-gorengan.
Duduk perkara kulit manggis tokcer menghambat HIV-AIDS itu memang belum terungkap secara ilmiah. Jurnal ilmiah Planta Med pada 1996 mengungkapkan ekstrak etanol kulit manggis berpotensi mencegah aktivitas HIV-1 protease. Senyawa yang berperan terutama mangostin dan gammamangostin. Periset di Institut Obat Traditional, Muhimbili University. Tanzania, Joseph J. Magadula, meneliti 9 spesies kerabat manggis bergenus Garcinia. Setelah meriset secara ilmiah, Magadula menyimpulkan kulit buah Garcinia semseii mempunyai daya hambat terbesar melawan HIV dengan nilai IC50 hanya 5.7 pg/ml.
IC50 inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan sediaan atau ekstraksi herbal terhadap virus uji, dalam hal ini HIV. Untuk menghambat separuh virus uji, hanya perlu 5.7 pg/ml ekstrak Garcinia semseii. Semakin kecil dosis, berarti kian kuat esktrak dalam menghambat virus. Kerabat manggis lain yang potensial mengatasi HIV adalah Garcinia
Selanjutnya kulit kering dihancurkan menggunakan gilingan cabai menjadi serbuk. Agar awet, simpan serbuk di wadah kedap udara atau lemari pendingin. Jika hendak mengkonsumsi, seduh 20 gram serbuk dengan 240 mililiter air matang bersuhu 150°C. Seduhan dikonsumsi beserta ampasnya dengan harapan kandungan senyawa yang larut bersama lemak juga ikut diserap tubuh.
Bila ingin lebih praktis kemas serbuk kulit manggis dalam kantong menyerupai teh celup. Masukkan serbuk ke dalam kantong, lalu rekatkan hingga rapat. Setiap kantong berisi 10 gram serbuk kulit manggis. Untuk mengonsumsinya cukup seduh kantong dengan air mendidih, dan “teh” kulit manggis pun siap dikonsumsi.
dari ilmci



